Tampilkan postingan dengan label special article. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label special article. Tampilkan semua postingan
Minggu, 03 Agustus 2014
Kampung dan Intuisi
Senin, 23 Desember 2013
Welcome 2014 - Reflection 2013!! - sebuah refleksi arsitek
astudioarchitect.com Di astudio, kami memiliki beberapa cerita untuk setiap proses desain arsitektur, memang sebagai sebuah profesi jasa, kami sedikit banyak pasti berinteraksi dengan klien dan memiliki beberapa cerita untuk dibagi bersama Anda. Beberapa poin menandai perjalanan sebagai arsitek untuk rumah tinggal dan perlu refleksi untuk perjalanan di masa depan agar menjadi semakin baik. Cerita ini barangkali juga bisa menjadi refleksi juga bagi arsitek lainnya di Indonesia dan seluruh dunia.
In astudio, we have some stories to architectural design process, as a professional service provider, we have some interactions with clients and have some stories to share with you. Some of the points mark the passage for us as architects for residential buildings and as a reflection needed to further journey in the future in order to get better in term of process. This story could also be a reflection perhaps also for other architects in Indonesia and around the world.
Label:
general article,
special article
Jumat, 13 Desember 2013
Konteks Permukiman Urban / Urban Housing Context
astudioarchitect.com Dalam konteks urban housing, masalah-masalah yang harus dipecahkan arsitek bisa jadi sangatlah beragam, dimana cara untuk memecahkannya juga bisa jadi beragam antar arsitek. Rumah di daerah perkotaan seringkali memerlukan pemikiran yang rumit berkenaan dengan infrastruktur dan sistem kehidupan didalamnya, yang kadang telah tidak lagi memadai. Memberikan saran bagi desain rumah urban dan mempersiapkan kota-kota urban baru merupakan hal yang penting untuk dilakukan saat ini.
In Indonesia, and in some countries in the world, in the context of urban housing, problems to be solved by architects are varied, in which the way to deal with these problems could also be varied between different architect. Houses in the urban area needs complicated thoughts due to infrastructure and life system inside the city, which sometimes are no longer enough to support the city. Giving advices to urban houses design and prepare new urban cities is an important thing to do right now.
Minggu, 27 Oktober 2013
Tentang tukang yang bekerja di lapangan, arsitek dan kontraktor
astudioarchitect.com Tulisan uneg2 tentang tukang dan arsitek, uneg2 yang bila tidak dikeluarkan bisa meledak didalam, tapi bukan standar tertinggi sebuah kebenaran
---------------------------------------------------
Bekerja dengan otot, tidak sama dengan bekerja dengan otak. Bekerja dengan otot memerlukan keberadaan fisik dan kontak fisik dengan material. Bekerja dengan suatu keterampilan yang didapatkan dengan menyentuh, memperkirakan, mengukur, semua dengan fisika naluriah (perhitungan fisika yang diterapkan dalam gerakan, dan sebagainya). Untuk membelah batu, diperlukan sekian energi yang disalurkan melalui tangan, untuk menata bata diperlukan energi sekian untuk tepat.
Label:
special article
Senin, 30 September 2013
Street furniture atau furniture jalan
astudioarchitect.com Street furniture atau furniture jalanan merupakan jenis furniture outdoor yang digunakan biasanya sebagai fasilitas umum misalnya tempat duduk, pagar, lampu jalan, shelter atau tempat berteduh, telepon umum, penanda jalan, dan sebagainya. Semua furniture jalan atau street furniture ini membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat yang menggunakannya. Saat ini dinegara kita banyak street furniture yang kurang terjaga maupun kurang lengkap. Tempat sampah kurang banyak disediakan sehingga banyak orang cenderung membuang sampah sembarangan diiringi dengan kesadaran yang masih rendah.
Label:
special article
Minggu, 13 Januari 2013
Koneksi dalam Kota - Connections in City
astudioarchitect.com Artikel ini tentang salah satu konsep dalam desain urban (perkotaan) yaitu 'koneksi', menghubungkan antara satu titik dan titik lainnya, misalnya seperti dari stasiun kereta api ke terminal bis. Bisa juga dari terminal, stasiun dan bandara menuju ke landmark, pusat kota, dan titik-titik pusat lainnya. Di negeri kita hal semacam 'koneksi' atau penghubung antar tempat ini seringkali belum terbangun dengan baik, bagaimana kita mencapai suatu lokasi menuju lokasi lainnya dengan berbagai alternatif.
Memaksimalkan area pejalan kaki dan pergerakannya akan membantu menciptakan lingkungan yang ramah untuk berjalan kaki.
This article is about one of the concepts in urban design (urban) 'connection', connecting between one point and another point, such as from train station to the bus terminal. It could also be from the terminal, the station and the airport to the landmark, downtown, and other central points. In our country such 'connection' or liaison between places are often not developed well, how do we reach other location with various alternatives.
Label:
special article
Sabtu, 10 November 2012
Gaya arsitektur modern di Indonesia
diposting di www.astudio.id.or.id pada Mar 2006
Arsitektur modern tidak mengalami perkembangannya di Indonesia, karena sebagaimana gaya arsitektur lain yang diimpor dari negara-negara barat, gaya ini masuk ke Indonesia sebagai pengaruh globalisasi. Gaya arsitektur modern muncul sebagai gaya internasional yang cukup memiliki kemiripan di semua tempat, semua negara. Setidaknya, gaya modern tetap mengusung fungsi ruang sebagai titik awal desain. Di Indonesia, gaya modern dipandang sebagai gaya dimana fungsi ruang juga merupakan titik awal desain.
Modern architecture in Indonesia doesn't have its develpoment in the country. As other architectural style that is imported from the western countries, This style coming to Indonesia because of influence of globalization the modern architecture style developed as an international style that has similar appearance and concept in all coutries. At least modern style keep having a similarity that function as the beginning of design. In Indonesia, modern style is considered as a style where functionality is also the beginning of design
Arsitektur modern tidak mengalami perkembangannya di Indonesia, karena sebagaimana gaya arsitektur lain yang diimpor dari negara-negara barat, gaya ini masuk ke Indonesia sebagai pengaruh globalisasi. Gaya arsitektur modern muncul sebagai gaya internasional yang cukup memiliki kemiripan di semua tempat, semua negara. Setidaknya, gaya modern tetap mengusung fungsi ruang sebagai titik awal desain. Di Indonesia, gaya modern dipandang sebagai gaya dimana fungsi ruang juga merupakan titik awal desain.
Modern architecture in Indonesia doesn't have its develpoment in the country. As other architectural style that is imported from the western countries, This style coming to Indonesia because of influence of globalization the modern architecture style developed as an international style that has similar appearance and concept in all coutries. At least modern style keep having a similarity that function as the beginning of design. In Indonesia, modern style is considered as a style where functionality is also the beginning of design
Minggu, 04 November 2012
Beberapa sketsa Probo Hindarto

astudioarchitect.com Arsitektur tidak bisa lepas dari seni, dan dari selama saya menjadi arsitek selalu terdapat suatu keinginan untuk mengekspresikan estetika dalam bentuk-bentuk yang lain, seperti misalnya gambar sketsa. Dengan sketsa, ternyata memang lebih cepat untuk menyampaikan keindahan melalui tarikan garis, ini berbeda dari arsitektur yang memang memerlukan banyak pemikiran untuk menarik setiap garis. Seni menggambar, melukis atau seni visual lainnya saya rasakan cukup dekat dengan arsitektur, dengan demikian ternyata bisa menambah dan melatih rasa yang dapat diaplikasikan pada arsitektur. Bagi mereka yang awam mungkin seni tidak terlalu 'masuk' dalam kehidupan, namun bagi para seniman, atau yang dekat dengan seni terapan seperti para arsitek, seni semacam ini menghubungkan antara yang 'terapan' dan yang lebih 'dalam' dari itu. (klik untuk memperbesar gambar)
Label:
special article
Rabu, 03 Oktober 2012
Andra Matin mempertanyakan tentang arsitektur Indonesia
astudioarchitect.com Andra Matin mempertanyakan mengapa arsitektur di Indonesia banyak yang dirancang oleh arsitek luar negeri dan tetap 'Indonesia', yang dipelajari adalah arsitek-arsitek tersebut dapat melihat 'kedalam' melalui pelajaran arsitektur yang mendasar. Arsitektur Indonesia dirancang dengan paduan elemen yang sangat indah, dari semua elemen berpadu indah dan tidak bisa berdiri sendiri-sendiri namun merupakan satu kesatuan.
Label:
belajar arsitek,
special article
Andra Matin tentang iklim, kelembaban, sinar matahari, dan sebagainya
Label:
belajar arsitek,
special article
Selasa, 02 Oktober 2012
Tipe / Rating Hotel Berbintang dan luasan hotel
astudioarchitect.com Artikel ini membahas tentang tipe hotel berbintang, yang terbagi atas kategori hotel bintang 5, 4, 3, 2 dan 1. Masing-masing jenis hotel ini memiliki persyaratan khusus berdasarkan luas kamar hotel, luas area sirkulasinya, jumlah kamar maupun fasilitas seperti sauna dan spa, restoran, elevator dan lift, kolam renang dan sebagainya. Macam kamar juga ditentukan dari luas kamar tidur. Dengan memperhatikan dimensi ruangan, maka akan didapatkan hotel yang layak berbintang.
Label:
belajar arsitek,
hotel,
special article
Selasa, 28 Agustus 2012
Tata Kota untuk Kita - Memahami kota Jakarta
astudioarchitect.com Kota Jakarta penuh dengan permasalahan tentang tata ruang kota, mulai dari bangunan yang tidak standar, bangunan yang terlalu maju ke jalan, peruntukan lahan yang kurang diindahkan, yang semua itu berakibat pada buruknya tata kota dan masalah-masalah sebagai bonusnya, seperti banjir dan kota yang semrawut. Untuk membahas tentang ini kita dapat merujuk pada sebuah video yang dibuat oleh Rujak Center for Urban Studies yang membahas tentang bagaimana memahami kota Jakarta yang bisa juga menjadi rujukan pengembangan kota diseluruh Indonesia.
Foto atas: footage dalam video RCUS: Tata Kota Untuk Kita
Minggu, 17 Juni 2012
Jalan-jalan ke bekas hotel SPLENDID Malang / De wegen naar het voormalige hotel SPLENDID Malang

astudioarchitect.com Hari Minggu, saatnya jalan-jalan! Kali ini saya mengajak pembaca untuk melihat salah satu bangunan lama di Kota Malang yang dulunya merupakan bangunan hotel buatan Belanda, namun saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, merupakan milik sebuah universitas di Malang dari kepemilikan sebelumnya. Bangunan yang sangat indah dan artistik ini seharusnya menjadi cagar budaya namun karena di Malang pemerintah daerahnya saat ini kurang menanganinya dengan baik maka banyak cagar alam yang musnah. FYI di Malang hingga artikel ini ditulis, belum memiliki undang-undang cagar budaya untuk bangunan. Jadi sebelum kemunkinan terjadi sesuatu dengan bangunan ini, saya menyempatkan diri memotret beberapa sudutnya. Foto diatas adalah pintu masuk utama bagian lobby bangunan, yang pasti dulu sangat menawan.
Op zondag is het tijd de straat op! Deze keer heb ik nodig de lezer uit tot een van de oude gebouwen in de stad Malang, die was ooit de gebouwen van het hotel in Nederland, maar momenteel zeer slechte staat, zie is eigendom van een universiteit in Malang van de vorige eigenaar. Het gebouw is erg mooi en artistieke erfgoed hoort te zijn, maar omdat de lokale overheid in Maleisië is momenteel niet goed mee omgaan dan veel natuurgebieden vernietigd. FYI in Malang op dit artikel werd geschreven, nog geen wetgeving voor cultureel erfgoed gebouwen. Dus de smartcard voordat er iets gebeurt met dit gebouw, ik nam de tijd om een aantal van de hoeken te fotograferen. Foto is boven de hoofdingang hal van het gebouw, wat zeker vroeger erg charmant.
Label:
general article,
hotel,
special article
Sabtu, 26 Mei 2012
Bambu, material bangunan masa depan

astudioarchitect.com Bambu, material murah yang makin muncul kembali akibat kelangkaan kayu dan harga besi yang semakin tinggi. Apa yang menyebabkan kita perlu beralih kembali ke bambu? Dewasa ini desain bangunan dengan material bambu sangat booming dan menarik untuk diimplementasikan dalam arsitektur bangunan.
[Pada hari ini kami di astudio mengikuti workshop tentang konstruksi bangunan Bambu oleh Budi Faisal, praktisi arsitek dan pengajar di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bertempat di Universitas Brawijaya. Berikut ini merupakan sedikit catatan dari apa yang kami dapat dalam workshop tersebut, ditulis oleh Probo Hindarto. Terdapat juga opini tentang bambu dari A. Farid Nazaruddin]
Label:
green architecture,
special article
Jumat, 25 Mei 2012
Arsitek meniru?
10 Mei 2007
Gambar dari 'Russian Posters Exhibition' diadakan oleh toko buku Toga Mas
Melalui media, satuan penyebaran budaya semakin mudah ditularkan. Plagiarisme sangat dimudahkan.

Begitu mudahkah sebuah hasil karya atau pemikiran diduplikasi dan diklaim sebagai milik pribadi?
Karya arsitektur juga rentan terhadap peniruan, karena saat ini semakin memungkinkan. Mungkin kita semua juga pernah mendapati memperhatikan karya arsitek, yang sepertinya memiliki kesamaan dengan karya arsitek terkenal, namun ketika diberi pertanyaan tentang itu, jawabannya tentu saja sangat dangkal, karena tidak berasal dari proses pemikiran yang dilaluinya.
Entahlah, hingga kapan pertanyaan 'sejauh mana' peniruan atau plagiarisme itu dihalalkan... Apakah dengan merombak suatu susunan penulisan, kemudian menyusun kembali dalam format baru bukan merupakan plagiarisme? Atau apakah dalam desain, melihat hasil akhir dari proses ber-arsitektur dari arsitek lain dan menggubah kembali dalam bentukan baru yang nyaris sama, bisa dikatakan plagiarisme?
Proses itu yang penting. Proses untuk sampai hingga suatu karya hadir dan memiliki makna tidak mudah dijalani semudah copy and paste. Proses berpikir memang tidak mudah, dan karenanya menjadi berharga. Namun kadangkala hasil dari proses berpikir itu tidak bisa ditransfer begitu saja kedalam kepala orang lain dengan mudah. Bila dipaksakan tidak akan sepenuhnya dipahami. Arsitektur sebagai suatu bagian dari ekspresi seni, tidak bisa pula dengan mudah dihasilkan hanya dengan proses plagiarisme, seakan meloncat menuju hasil yang diharapkan, yang seharusnya memiliki makna lebih daripada itu. Lukisan Monalisa yang asli bisa jadi direproduksi, namun nilainya tidak sama. Bila kita coba memperhatikan, apa yang membuat seorang arsitek menjadi besar, seperti Frank Lloyd Wright, Le Corbusier, Romo Mangun, dan sebagainya, terdapat proses yang mereka jalani, dan itu tentu saja tidak muncul begitu saja menjadi karya-karya yang monumental dan dikenal dunia. Proses itu yang mengiring langkah mereka menjadi besar, setelah tentu saja sebelumnya mengalami try and error yang teramat banyak.
Fenomena munculnya berbagai majalah, buku, tayangan televisi dan sebagainya memang dengan sangat mudah menyebarkan bentuk-bentuk karya yang dapat diapresiasi dengan hanya membayar sekian ribu rupiah. Namun, apakah memberikan keleluasaan untuk menyadur karya (tanpa proses di jalani sebelumnya)? Boleh jadi berhasil memperhatikan sebuah karya avant garde dari seorang arsitek yang muncul dalam majalah, buku dan sebagainya, lalu mengambil bentukan kasat mata dan meletakkannya dalam desain yang di rancang. Itu sangat memungkinkan. Namun itu dangkal dan bila semakin nyaman melakukannya, arsitek tidak akan lebih dari seorang pengekor karya. Atau mungkinkah begitu banyak desain yang dihasilkan hanya berdasarkan tren semata menjadikan tidak ada lagi yang otentik? Jangan-jangan sudah menjadi hal yang sangat biasa sehingga kita tidak lagi memperhatikan?
Seorang arsitek adalah manusia, dan manusia memiliki potensi yang tidak sama antara satu dengan yang lain. Potensi yang berbeda itu adalah anugerah Sang Pencipta, yang menjadikan setiap orang unik. Arsitek dengan potensi yang dimilikinya, pandangannya tentang kehidupan dan arsitektur, perasaannya akan sebuah karya, akan memberikan sentuhan yang berbeda yang otentik. Karena itu, mari berkarya.
*****
04 Agustus 2008
Catatan lanjutan:
Setelah menulis, memperhatikan dan memahami dalam kurun waktu lebih dari setahun sejak penulisan artikel ini, dan 3 tahun berjibaku hingga Agustus 2008 ini, kami berpendapat bahwa sebuah karya arsitektur itu tidak pernah bisa lepas dari berbagai pengaruh. Hampir tidak mungkin menemukan konsep yang benar-benar baru, kecuali kita dapat mengembangkan sebuah riset teknologi baru atau semacam itu. Namun, peran arsitektur dalam hidup manusia menjadi spesifik dan tidak sama karena pada dasarnya setiap bangunan terikat dengan ruang dan waktu ia berada. Seandainya sebuah bangunan diplagiatkan 100%, atau dipindahkan ke tempat yang baru, maka itupun juta tidak akan memberikan kesan yang sama. Plagiarisme dalam arsitektur tidak akan berhasil, karena ia tidak sebuah kreativitas yang berkaitan dengan tempat, wadah, media sebuah karya arsitektur.
*****
25 Mei 2012
Catatan lanjutan:
Pertama manusia meniru alam, untuk mengetahui gejala dan cara beradaptasi dengannya. Arsitektur pertama kali dibuat untuk mengatasi alam dan karena itu merupakan peniruan yang tak ada henti-hentinya. Adaptasi merupakan kata yang paling tepat untuk mengadakan peniruan yang digubah. Tidak ada yang benar-benar baru. Menemukan sebuah arsitektur yang otentik memerlukan pemahaman yang luas akan berbagai fenomena dalam berarsitektur. Pada titik ini, kami menemukan bahwa seiring waktu dan pengalaman, tidak mudah untuk menjadi otentik, namun menggubah adalah hal yang paling lazim.
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.
Gambar dari 'Russian Posters Exhibition' diadakan oleh toko buku Toga Mas
Melalui media, satuan penyebaran budaya semakin mudah ditularkan. Plagiarisme sangat dimudahkan.

Begitu mudahkah sebuah hasil karya atau pemikiran diduplikasi dan diklaim sebagai milik pribadi?
Karya arsitektur juga rentan terhadap peniruan, karena saat ini semakin memungkinkan. Mungkin kita semua juga pernah mendapati memperhatikan karya arsitek, yang sepertinya memiliki kesamaan dengan karya arsitek terkenal, namun ketika diberi pertanyaan tentang itu, jawabannya tentu saja sangat dangkal, karena tidak berasal dari proses pemikiran yang dilaluinya.
Entahlah, hingga kapan pertanyaan 'sejauh mana' peniruan atau plagiarisme itu dihalalkan... Apakah dengan merombak suatu susunan penulisan, kemudian menyusun kembali dalam format baru bukan merupakan plagiarisme? Atau apakah dalam desain, melihat hasil akhir dari proses ber-arsitektur dari arsitek lain dan menggubah kembali dalam bentukan baru yang nyaris sama, bisa dikatakan plagiarisme?
Proses itu yang penting. Proses untuk sampai hingga suatu karya hadir dan memiliki makna tidak mudah dijalani semudah copy and paste. Proses berpikir memang tidak mudah, dan karenanya menjadi berharga. Namun kadangkala hasil dari proses berpikir itu tidak bisa ditransfer begitu saja kedalam kepala orang lain dengan mudah. Bila dipaksakan tidak akan sepenuhnya dipahami. Arsitektur sebagai suatu bagian dari ekspresi seni, tidak bisa pula dengan mudah dihasilkan hanya dengan proses plagiarisme, seakan meloncat menuju hasil yang diharapkan, yang seharusnya memiliki makna lebih daripada itu. Lukisan Monalisa yang asli bisa jadi direproduksi, namun nilainya tidak sama. Bila kita coba memperhatikan, apa yang membuat seorang arsitek menjadi besar, seperti Frank Lloyd Wright, Le Corbusier, Romo Mangun, dan sebagainya, terdapat proses yang mereka jalani, dan itu tentu saja tidak muncul begitu saja menjadi karya-karya yang monumental dan dikenal dunia. Proses itu yang mengiring langkah mereka menjadi besar, setelah tentu saja sebelumnya mengalami try and error yang teramat banyak.
Fenomena munculnya berbagai majalah, buku, tayangan televisi dan sebagainya memang dengan sangat mudah menyebarkan bentuk-bentuk karya yang dapat diapresiasi dengan hanya membayar sekian ribu rupiah. Namun, apakah memberikan keleluasaan untuk menyadur karya (tanpa proses di jalani sebelumnya)? Boleh jadi berhasil memperhatikan sebuah karya avant garde dari seorang arsitek yang muncul dalam majalah, buku dan sebagainya, lalu mengambil bentukan kasat mata dan meletakkannya dalam desain yang di rancang. Itu sangat memungkinkan. Namun itu dangkal dan bila semakin nyaman melakukannya, arsitek tidak akan lebih dari seorang pengekor karya. Atau mungkinkah begitu banyak desain yang dihasilkan hanya berdasarkan tren semata menjadikan tidak ada lagi yang otentik? Jangan-jangan sudah menjadi hal yang sangat biasa sehingga kita tidak lagi memperhatikan?
Seorang arsitek adalah manusia, dan manusia memiliki potensi yang tidak sama antara satu dengan yang lain. Potensi yang berbeda itu adalah anugerah Sang Pencipta, yang menjadikan setiap orang unik. Arsitek dengan potensi yang dimilikinya, pandangannya tentang kehidupan dan arsitektur, perasaannya akan sebuah karya, akan memberikan sentuhan yang berbeda yang otentik. Karena itu, mari berkarya.
*****
04 Agustus 2008
Catatan lanjutan:
Setelah menulis, memperhatikan dan memahami dalam kurun waktu lebih dari setahun sejak penulisan artikel ini, dan 3 tahun berjibaku hingga Agustus 2008 ini, kami berpendapat bahwa sebuah karya arsitektur itu tidak pernah bisa lepas dari berbagai pengaruh. Hampir tidak mungkin menemukan konsep yang benar-benar baru, kecuali kita dapat mengembangkan sebuah riset teknologi baru atau semacam itu. Namun, peran arsitektur dalam hidup manusia menjadi spesifik dan tidak sama karena pada dasarnya setiap bangunan terikat dengan ruang dan waktu ia berada. Seandainya sebuah bangunan diplagiatkan 100%, atau dipindahkan ke tempat yang baru, maka itupun juta tidak akan memberikan kesan yang sama. Plagiarisme dalam arsitektur tidak akan berhasil, karena ia tidak sebuah kreativitas yang berkaitan dengan tempat, wadah, media sebuah karya arsitektur.
*****
25 Mei 2012
Catatan lanjutan:
Pertama manusia meniru alam, untuk mengetahui gejala dan cara beradaptasi dengannya. Arsitektur pertama kali dibuat untuk mengatasi alam dan karena itu merupakan peniruan yang tak ada henti-hentinya. Adaptasi merupakan kata yang paling tepat untuk mengadakan peniruan yang digubah. Tidak ada yang benar-benar baru. Menemukan sebuah arsitektur yang otentik memerlukan pemahaman yang luas akan berbagai fenomena dalam berarsitektur. Pada titik ini, kami menemukan bahwa seiring waktu dan pengalaman, tidak mudah untuk menjadi otentik, namun menggubah adalah hal yang paling lazim.
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.
Selasa, 06 Maret 2012
Pengetahuan Sistem Bangunan Tinggi [1]
astudioarchitect.com [belajar arsitek] Bangunan tinggi merupakan jawaban atas permasalahan lahan yang semakin mahal dan langka, sehingga memiliki aspek ekonomis yang tinggi dan merupakan solusi bila tidak mungkin membangun secara horizontal. Bangunan tinggi termasuk didalamnya gedung perkantoran, apartemen, hotel dan sebagainya dengan multi lantai dalam hal ini lebih dari 4 lantai. Dalam sistem bangunan tinggi (high rise building), terdapat beberapa sistem utama yang bekerja secara terpadu demi terbentuknya bangunan tinggi utuh yang berdaya guna, sistem tersebut mirip seperti tubuh manusia dengan fungsi-fungsi seperti struktur (tulang), arsitektural (kulit dan pembungkus, barangkali termasuk otot beserta keindahan bentuknya), mekanikal dan elektrikal (semisal sistem respirasi, peredaran darah dan sistem getah bening), meskipun tidak benar-benar sama, fungsi-fungsi ini mirip organisme yang memang berfungsi untuk tujuan kehidupan manusia didalamnya.
Minggu, 12 Februari 2012
Candi Penataran Blitar
astudioarchitect.com (2007) Tidak jauh dari pusat kota Blitar, obyek masa lalu yang sangat penting bagi pemahaman terhadap peradaban berada. Sebuah kompleks candi Penataran. Kami melakukan analisa anatomi denah pada kompleks tersebut. Dapat dilihat pada gambar berikut;
Kami mendapati bahwa banyak sekali bagian dari kompleks candi yang tidak terjelaskan bagi kami, misalnya konsep supranaturalnya. Karena itu kami hanya melakukannya dengan kemampuan berdasarkan pemahaman modern yang kami miliki.
Label:
special article
Minggu, 01 Januari 2012
Arsitektur kontekstual dan faktor penentu kebijakan
SELAMAT TAHUN BARU 2012!
astudioarchitect.com Konteks merupakan batasan yang berkaitan erat dengan lokasi sebuah obyek arsitektural, karena arsitektur bisa didesain sesuai atau tidak dengan konteks. Konteks penting karena pengguna rancangan adalah mereka yang terelasikan oleh konteks arsitektural. Konteks arsitektural bisa berarti sejarah, lokasi, arkeologi maupun ekologi disekitar lokasi arsitektur. Konteks mendefinisikan hubungan antara arsitektur dan lokasi serta waktu. Baik disadari ataupun tidak, arsitektur memiliki hubungan dengan keseluruhan lingkungannya serta selalu memberikan dampak. Arsitektur menjadi penting menyangkut seberapa jauh perancang mengerti tentang hubungan arsitektur dan lingkungannya, untuk mengerti konteks adalah langkah awal dari sebuah desain.

astudioarchitect.com Konteks merupakan batasan yang berkaitan erat dengan lokasi sebuah obyek arsitektural, karena arsitektur bisa didesain sesuai atau tidak dengan konteks. Konteks penting karena pengguna rancangan adalah mereka yang terelasikan oleh konteks arsitektural. Konteks arsitektural bisa berarti sejarah, lokasi, arkeologi maupun ekologi disekitar lokasi arsitektur. Konteks mendefinisikan hubungan antara arsitektur dan lokasi serta waktu. Baik disadari ataupun tidak, arsitektur memiliki hubungan dengan keseluruhan lingkungannya serta selalu memberikan dampak. Arsitektur menjadi penting menyangkut seberapa jauh perancang mengerti tentang hubungan arsitektur dan lingkungannya, untuk mengerti konteks adalah langkah awal dari sebuah desain.

Label:
belajar arsitek,
special article
Kamis, 18 Agustus 2011
Kaliandra dan telaah tradisi arsitektur Nusantara
astudioarchitect.com 16 Desember 2007
'Musik campursari adalah suatu cara agar musik tradisional Jawa bisa survive di jaman modern', sayup-sayup saya mendengar seseorang berbicara hal itu. Saya setuju dengan pernyataan tersebut. Arsitektur tradisional bisa juga hadir dalam konteks baru di jaman modern ini, agar tetap memiliki kelangsungan hidup. Kaliandra adalah sebuah kawasan budaya dengan visi; "Terciptanya manusia yang mandiri, berbudaya dan berkelanjutan". Konsep Kaliandra mirip seperti konsep bangsawan tuan tanah di Eropa jaman dahulu, dengan para pekerja yang bekerja di tanah tersebut. Website Kaliandra dapat diakses melalui www.kaliandrasejati.org
'Musik campursari adalah suatu cara agar musik tradisional Jawa bisa survive di jaman modern', sayup-sayup saya mendengar seseorang berbicara hal itu. Saya setuju dengan pernyataan tersebut. Arsitektur tradisional bisa juga hadir dalam konteks baru di jaman modern ini, agar tetap memiliki kelangsungan hidup. Kaliandra adalah sebuah kawasan budaya dengan visi; "Terciptanya manusia yang mandiri, berbudaya dan berkelanjutan". Konsep Kaliandra mirip seperti konsep bangsawan tuan tanah di Eropa jaman dahulu, dengan para pekerja yang bekerja di tanah tersebut. Website Kaliandra dapat diakses melalui www.kaliandrasejati.org
Sabtu, 30 April 2011
Menata kumpulan bangunan, dan taman agar tercipta ruang positif
astudioarchitect.com Bila kita mendesain sebuah bangunan, kadangkala terdapat satu atau lebih massa bangunan, yang biasanya disebut sebagai blok bangunan. Apakah itu rumah tinggal, kawasan perumahan, ataupun sebuah blok kecil ditengah kota, berupa mall atau kumpulan bangunan. Tahukah Anda bahwa kumpulan bangunan memiliki dampak pada bagaimana bangunan dan areanya bagi kita? Ini adalah artikel yang berkelanjutan untuk mempelajari tentang penataan bangunan, yang pada akhirnya berpengaruh pada kota.
Photo by: PictureNinja.com
Photo by: PictureNinja.com
Langganan:
Postingan (Atom)
SILAHKAN CHATTING DENGAN ASISTEN ROBOT:
Maaf asisten masih dalam tahap pengembangan. Jadi tidak semua pertanyaan bisa dijawab.
(ini merupakan chatbot)









