JOIN US

Lowongan Kerja. Dibutuhkan asisten Arsitek. Pria. Domisili di Malang. Menguasai Sketchup tingkat lanjut dan dasar desain yang baik. Familiar dengan AutoCAD. Bisa bekerja serius dan fun, baik sendiri maupun dalam tim, komitmen, disiplin, bertanggung jawab, dapat bekerja dibawah tekanan. Silahkan kirimkan CV ke astudioarchitect.com@gmail.com

Minggu, 04 April 2010

Rumah yang awas kebakaran / Fire Proof House concept

Columbus Nebraska House Fire
astudioarchitect.com Keluarga, adalah aset yang sangat penting dalam hidup kita, sebaiknya kita jaga dengan baik. Rumah yang sehat termasuk rumah yang memperhatikan segi keamanan, misalnya dari segi kebakaran. Jangan sampai menyesal di kemudian hari, mari kita lihat lagi apakah rumah kita sudah cukup aman dari bahaya kebakaran.

Family, is a very important asset in our lives, we should guard them well. Healthy home including home security consideration, eg in terms of fire proof concept. Do not be sorry later on, let's see again if we have enough home safe from fire hazards.




Konsep rumah yang dapat mengantisipasi kebakaran

Dengan banyaknya kasus rumah dan perumahan yang terbakar dewasa ini, kita perlu mempersiapkan rumah tinggal kita dari amukan api yang dapat terjadi kapan saja. Memang hal seperti ini bukanlah hal yang disengaja (meskipun dalam beberapa kasus di Indonesia, sengaja ada oknum kurang waras yang sengaja membakar rumah orang), rumah dapat direncanakan agar dapat meminimalkan dampak kebakaran yang mungkin terjadi.

Kebakaran dapat terjadi, seringkali karena kelalaian, karena faktor peralatan rumah tangga yang kurang terawat, atau kurang memenuhi syarat, juga karena desain dan material bangunan yang mudah terbakar. Kebanyakan kebakaran terjadi karena berbagai sebab, seperti arus pendek, kompor meledak, rokok dibuang sembarangan, dan sebagainya. Konsep rumah yang dapat menghambat tersebar dan membesarnya si jago merah, dapat disiapkan agar ketika faktor pemicu kebakaran terjadi, setidaknya api tidak langsung melahap seluruh bagian rumah, karena ditahan oleh beberapa material yang relatif tahan api.

With many cases of houses burned down today, we need to prepare our homes from the raging fire that can happen anytime. This is not just intentional, the house can be planned in order to minimize the impact of fires that may occur.


Fires can occur, sometimes because of negligence, due to factors malfunctioned housewares, or less qualified, as well as design and building materials that are flammable. Most fires occur due to various reasons, such as short circuits, a stove exploded, carelessly discarded cigarettes, and so forth. The concept of home that can inhibit the spread of fire, can be prepared so that when the fire trigger occurs, at least an indirect fire devouring the whole house, because it was detained by some relatively fire-resistant material.



Saat ini, kita mengenal berbagai macam material bangunan, banyak diantaranya merupakan material yang mudah terbakar, namun banyak juga material yang tidak mudah terbakar, terutama material-material fabrikasi baru seperti dinding komposit, baja, dan sebagainya. Sebagai contoh, untuk material yang dikenal luas, dinding batu-bata termasuk bahan yang tidak mudah terbakar, sedangkan dinding kayu pada rumah-rumah kayu seringkali menyebabkan kebakaran berlangsung lebih cepat.

Kebakaran juga dapat menimbulkan asap tebal yang dapat menimbulkan kebingungan saat kebakaran dan membuat keadaan semakin memburuk. Ventilasi yang baik dapat mengurangi akibat dari asap tebal.

Membangun rumah, dalam pemilihan bahan, dinding, atap, lantai, plafon, pintu, jendela, dll

Memilih bahan bangunan untuk rumah yang lebih tahan api, dapat dilakukan lebih mudah, karena dewasa ini jenis-jenis material berkembang pesat. Untuk membangun rumah yang lebih tahan terhadap kebakaran, maka kita sebaiknya memilih bahan bangunan yang lebih tahan api. Terdapat jenis material yang relatif lebih tahan terhadap api, misalnya bahan dinding batu-bata lebih tahan api daripada kayu, dinding gypsum lebih tahan api daripada tripleks, kusen alumunium lebih tahan api daripada kusen kayu, dan sebagainya. Memang hal ini seringkali menjadikan biaya pembangunan rumah menjadi lebih mahal, namun untuk investasi jangka panjang, tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan hal ini.

Bila tetap menggunakan bahan-bahan mudah terbakar, misalnya karena dana terbatas, sebaiknya kita juga mengantisipasi dari segi desain agar sumber api tidak dapat menjalar dengan mudah. Contohnya seperti rumah kayu yang banyak terdapat di luar Jawa, dapur sebaiknya didesain khusus agar area dapur, dimana terdapat kompor jadi lebih aman. Cara mudah adalah dengan membuat kompor 'terisolasi' dari kayu dinding dan lantai, dengan membuat dudukan dari semen, atau melapisi dudukan dan dinding kayu dengan seng yang dilapisi tanah. Usahakan agar kompor berdiri dalam jarak yang aman dari benda-benda mudah terbakar, misalnya menjauhkan kompor dari benda-benda kayu.

Bagian apa saja yang menjadi fokus perhatian dalam membangun konsep rumah 'tahan' api

Bagian yang penting diperhatikan adalah rencana dan jaringan listrik, bagian dapur dengan sumber api dari kompor, serta bagian-bagian yang rentan terbakar seperti perabot dengan lapisan kain. Jaringan listrik harus terus dipelihara dan diperiksa agar tetap dalam kondisi baik mengalirkan listrik, selain itu sebaiknya kabel-kabel lama diganti setiap 5 hingga 10 tahun sekali. Gunakan kabel dengan standar tinggi untuk kabel yang selalu dialiri listrik sehari-hari, dan jangan banyak menyambung kabel listrik karena mempermudah korsleting. Gunakan MCB (Mini Circuit Breaker) yang fungsinya sama seperti sekering, untuk pengamanan listrik rumah dari bahaya korsleting.

Penataan ruangan dikaitkan dengan konsep rumah 'tahan' api. Misalnya kamar mandi, dapur.

Penataan ruangan juga punya andil dalam mendukung rumah yang lebih tahan api dan menyelamatkan penghuni bila kebakaran terjadi. Penataan terbaik ruang-ruang, tentunya rumah sebaiknya dibuat dengan dikelilingi taman, tujuannya agar proses evakuasi bila terjadi kebakaran bisa cepat dilakukan. Bila tidak memiliki taman, setidaknya usahakan agar akses keluar mudah dan tidak hanya satu pintu saja. Sediakan balkon di lantai atas sebagai alternatif evakuasi dan sediakan tangga darurat seperti tangga tali atau tangga samping dari baja.

Ruang-ruang sebisa mungkin dipisahkan dengan sekat yang dapat dibuka dengan mudah, misalnya pintu yang mudah dibuka, bahkan didobrak saat kebakaran terjadi. Usahakan agar jendela-jendela tidak berteralis kuat sehingga bila sangat diperlukan, penghuni dapat keluar melalui jendela. Bahkan jendela dapat dibuat seperti pintu, yaitu memanjang dari atas kebawah.

Kamar mandi harus diletakkan ditempat yang mudah dijangkau untuk keperluan mengambil air bila kebakaran. Namun jangan memadamkan kebakaran akibat korsleting listrik dengan air, karena bahaya terkena sengatan listrik. Bila memungkinkan, pisahkan dapur dari ruang-ruang lain, setidaknya usahakan agar dapur memiliki akses ke udara taman dengan baik.

Merancang ruang-ruang secara lebih spesifik

Dapur juga memerlukan desain khusus, seperti menjauhkan sumber api atau kompor dari benda-benda mudah terbakar. Desain kitchen set juga menentukan keselamatan. Kitchen set yang baik sebaiknya didesain oleh ahli interior dan tanyakanlah selalu tentang keselamatan memasak dalam dapur Anda. Bila membuat sendiri interior dapur Anda, usahakan agar dapur memiliki desain sederhana yang dapat menghindarkan Anda dari kesalahan desain. Gunakan peralatan yang teruji teknologinya, dengan membeli peralatan yang memenuhi standar keselamatan.

Periksa dan rawatlah kompor minyak tanah dan kompor gas secara terus menerus. Jangan memakai kompor yang sudah tua dan berkarat, dan periksa kondisi tabung gas saat membeli. Dapur juga sebaiknya memiliki lubang angin dibawah karena gas untuk memasak berat jenisnya lebih tinggi daripada udara biasa. Usahakan agar gas yang keluar secara tidak sengaja dapat dibuang keluar melalui lubang tersebut. Jangan lupa memberi lapisan kawat besi agar tikus tidak masuk rumah. Bahkan bila memungkinkan, letakkan tabung gas diluar dapur dengan diberi rumah-rumahan sendiri dengan penghawaan yang baik.

Fire Engine (1)
Fire Engine (1) by Dunechaser, on Flickr

Ruang tidur harus diperhatikan dari bahaya terbakar karena ruang ini adalah ruang dimana kita banyak menghabiskan waktu. Usahakan agar setiap kamar memiliki kemungkinan punya cara evakuasi saat kebakaran, misalnya dengan membuat jendela yang cukup lebar. Ruang tidur juga harus memiliki ventilasi yang baik, karena itu sangat baik untuk memikirkan kemungkinan menggunakan penghawaan alami selain AC, agar udara dapat berganti dengan mudah, dan membantu bila saja ruangan dipenuhi asap.

Bila dua lantai, usahakan memiliki tangga darurat yang dapat dicapai dengan mudah, misalnya tangga darurat pada balkon, dengan akses mudah dan cepat dari seluruh ruang-ruang. Hal ini berarti, balkon dapat berfungsi sebagai sarana evakuasi kebakaran.

Instalasi listrik di dalam rumah

Dalam sebuah rumah, listrik dan jaringannya perlu direncanakan oleh ahlinya, yaitu para ahli mechanical electrical yang dapat membantu Anda memperkecil resiko korsleting pada rumah. Dalam hal ini arsitek saja biasanya kurang memadai dalam mendesain sistem listrik. Ahli mechanical electrical memiliki background pendidikan yang sesuai untuk merencanakan dan menangani sistem listrik.

Biasanya arus listrik dalam rumah dibagi dalam beberapa bagian, misalnya untuk melayani ruang-ruang tertentu, dan masing-masing bagian ini memiliki MCB (Mini Circuit Breaker) tersendiri. Fungsi dari alat ini adalah memutus arus listrik, bila terjadi kelebihan beban, korsleting, dan lain-lain, namun tidak mengganggu area lain dalam rumah yang MCBnya berbeda.

Dahulu fungsi tersebut diatasi oleh sekering, namun karena bentuk, fungsi dan tampilannya dirasa kurang bagus atau kurang maksimal, fungsi tersebut diatasi oleh MCB. Sistem listrik dalam rumah sebaiknya direncanakan pada waktu mendesain bangunan, dan titik-titik lampu, saklar, stop kontak dan sebagainya perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan penghuni dan ruang-ruang apa saja yang ada. Pemasangan kabel dan peralatan sistem listrik sebaiknya ditangani oleh ahlinya, yang tahu persis bagaimana menanam kabel-kabel dalam dak beton, dinding, plafon dan sebagainya. Kurangnya perencanaan sistem listrik dalam rumah dapat berakibat kabel berseliweran, mengganggu pemandangan dan tentu saja, berbahaya karena bisa dimakan tikus, atau binatang lain.

Tips memperlakukan rumah agar ramah dan mana dari bahaya kebakaran

Columbus Nebraska House Fire
Columbus Nebraska House Fire by Jory'z Shotz, on Flickr

Pastikan bahwa alat-alat listrik yang Anda gunakan dalam keadaan baik, dan tidak punya kemungkinan meledak, hubungan arus pendek, terlalu panas, atau terbebani cukup berat. Dalam memakai peralatan seperti kompor listrik, pastikan bahwa alat berfungsi dengan baik dan tidak panas kabelnya, atau semacam itu. Sistem listrik dan kabel-kabel perlu dicek kembali apakah ada yang perlu diganti, konsultasikan dengan ahli listrik agar listrik rumah tidak terbebani terlalu berat pada titik-titik tertentu karena rawan terbakar.

Dalam menggunakan peralatan listrik, sebaiknya tidak menghubungkan banyak peralatan pada satu stop kontak. Perhatikan bila ada tanda-tanda peralatan atau kabel listrik mulai rusak, seperti menghitam, terbakar, meleleh, dan sebagainya.

Didaerah dapur, usahakan agar kompor berada dalam jarak aman dari benda-benda mudah terbakar, letakkan tabung gas ditempat yang bersih, kering agar tidak berkarat, dan bila diletakkan diluar, harus dibuatkan rumah-rumahan yang kering, berventilasi baik. Bila terdapat tanda-tanda gas bocor, sebaiknya kita membuka lebar-lebar semua pintu dan jendela, serta jangan menghidupkan peralatan listrik, segera hubungi ahli atau orang yang bisa membantu Anda mengatasi masalah ini.

Bagi keluarga dengan perokok, jangan merokok disembarang tempat, selain karena unsur bahaya rokok bagi kesehatan. Gunakan asbak dan jangan meninggalkan rokok dalam keadaan menyala. Berhati-hatilah dalam membuang puntung rokok Anda.

________________________________________________

Today, we recognize the various kinds of building materials, many of which are highly flammable material, but also many non-flammable materials, especially the fabrication of new materials such as composite walls, steel, and so forth. For example, for a well-known material, including brick wall that is non-flammable material, while the wooden wall on wooden houses often cause fires faster.


Fire can also cause smoke that can cause confusion when fire happens and make the situation worse. Good ventilation can reduce the effect of the thick smoke.


Building a house, in the selection of materials, walls, roofs, floors, ceilings, doors, windows, etc.


Selecting building materials for homes to be more fire resistant, can be made easier, because today the types of materials grown rapidly. To build a house that is more resistant to fire, we should choose building materials that are more fire resistant. There are types of materials that are relatively more resistant to fire, such as brick wall materials that is more fire resistant than wood, more fire-resistant gypsum wall instead of plywood, aluminum frame is more fire resistant than wood frame, and so forth. Indeed it often makes the cost of housing becomes more expensive, but for long term investment, it is wise to consider this matter.


When you are using flammable materials, for limited fund house building, we should also anticipate in terms of design so that the source of the fire can not spread easily. For example, wooden houses, the kitchen should be designed so that the kitchen area, to be safer guard for stoves. The easy way is to make a stove 'isolated' from the timber walls and floors, by making the holder from cement, or wooden wall holder and coated with metal, granite, or other fireproof material-coated ground. Keep the stove standing in a safe distance from flammable objects, such as a stove away from wooden objects.


What parts have been the focus of attention in developing the concept of home 'resistant' fire


The important part is the plan and noted electricity network, the source of fire from kitchen with a stove, as well as the vulnerable sections like furniture on fire with a layer of fabric. Electricity network must be maintained and inspected in order to keep electricity flowing in good condition, apart from that long cables should be replaced every 5 to 10 years. Use a cable with a high standard for electrified wires that are always used day-to-day, and not much easier for short circuit. Use MCB (Miniature Circuit Breaker), which functions just like a fuse, for security from the danger of short circuiting electrical home.


Arranging the rooms associated with the concept of home 'fire proof' house. Eg bathroom, kitchen.


Rooms arrangement also has a share in supporting a more fire-resistant homes and rescue occupants when the fire occurred. The best arrangement of spaces, of course, the house should be made with the garden surroundings, the objective that the evacuation process in case of fire can be quickly done. If it does not have a garden, at least try to make easy access out and not just one door. Provide a balcony on the top floor as an alternative for evacuation and provide emergency staircase like a ladder or rope ladder from steel.


Rooms separated by partitions should be opened easily, such as doors that open easily, even when the fire happens. Keep windows easily opened, so when absolutely necessary, residents can exit through the window. Even the windows can be created like a door, which extends from top to the ground.


Bathrooms should be put in easily accessible place for the purposes of taking water when fire happens. But do not put out a fire caused by electrical short circuit with the water, because of the danger of electric shock. If possible, separate the kitchen from other rooms, at least make sure that the kitchen has access to the garden with good air.


Designing spaces as more specifically


The kitchen also requires special design, such as the source of fire or stove away from flammable objects. Kitchen set design also determine safety. A good kitchen set should be designed by interiors expert and always ask about the safety of cooking in your kitchen. When creating your own interior kitchen, keep the kitchen has a simple design that can prevent you from design errors. Use proven technology equipment, by purchasing equipment that meets safety standards.


Check and treat kerosene stoves and gas stoves continuously. Do not use a stove that's old and rusty, and check the condition of gas cylinders when buying. The kitchen should also have the vent below for cooking gas density higher than normal air. Keep out of gas could inadvertently thrown out through the hole. Do not forget to give the layer of iron wire so that rats do not enter the house. Even if possible, place it outside the kitchen with the gas cylinders were given their own houses with good penghawaan.


Bedrooms should be noted from the danger of fire because bedrooms are the space where we spend much time. Try to keep each room has a possible evacuation, for example by making the window wide enough. The bedroom also should have good ventilation, because it is very good to think about the possibility of using natural air conditioning other than AC, so that air can be changed easily, and it helps when the room filled with smoke.


For two floors houses, try to have an emergency ladder that can be achieved easily, for example emergency staircase on the balcony, with easy and fast access from all rooms. This means, the balcony can serve as a means of fire evacuation.


Electrical installations in the house


In a house, electricity and network needs to be planned by experts, namely electrical mechanical experts who can help you minimize the risk of short circuiting in the house. In this case it is usually not adequate to architects in designing the electrical system. Electrical mechanical experts have the appropriate educational background to plan and handle the electrical system.


Usually the electric current in a house divided into several sections, such as to serve certain spaces, and each section has a MCB (Miniature Circuit Breaker) of its own. The function of this tool is to cut off electrical current if an overload, short circuit, etc., but does not interfere with other areas in different houses MCB.


Previously, these functions handled by a fuse, but because of its form, function and appearance which are less good or less than the maximum function, the function is solved by MCBs. Electrical systems in homes should be planned at the time of designing buildings, and lighting points, switches, sockets and so forth should be considered based on the needs of residents and any spaces available. Wiring of electrical systems and equipment should be handled by experts, who know exactly how to plant the cables in no concrete, walls, ceilings and so forth. Lack of planning in the home electrical system could result in cable milling, disturbing sights and of course, dangerous because it can be eaten by rats, or other animals.




Tips to treat the house from fire hazard


Ensure that electrical appliances that you use in good condition, and do not have the possibility to explode, short circuiting, overheating, or a fairly heavy burden. In using equipment such as electric stove, make sure that the device malfunctioned and did not heat the wire, or something like that. Electrical systems and wiring should be checked again if there is a need to be replaced, consult an electrician for electrical home is not overburdened at certain points due to fire-prone.


In using electrical equipment, should not connect a lot of equipment on one socket. Notice if there was any sign of equipment or electrical cables from damage, such as blackened, burnt, melted, and so forth.


Kitchen area, keep the stove in a safe distance from flammable objects, put the gas tubes in place a clean, dry to prevent rust, and when placed outside, have made houses, dry, well ventilated. If there are signs of gas leaks, we should be wide open all the doors and windows, and do not turn on electrical equipment, please contact an expert or someone who can help you overcome this problem.


For families with a smoker, do not smoke in every place, because the element of smoke is danger to health. Use ashtrays and do not leave lit cigarettes in circumstances. Be cautious about throwing your cigarette butts.

Artikel di Koran Kontan berdasarkan wawancara dengan Probo Hindarto
Menjauhkan si Jago Merah dari Hunian Tercinta

Pemilihan bahan bangunan dan penataan ruang bisa memperkecil risiko rumah terbakar
Sandy Baskoro, Danang Pidekso



Dimuat di Harian Kontan pada 06/07/08



BOLEH jadi Anda tak bisa tidur nyenyak belakangan ini. Berita si jago merah yang melalap pemukiman penduduk semakin sering terdengar. Kabar terakhir, permukiman di Kebayoran Baru, Jakarta ludes dilalap api pada Rabu pekan ini. Fakta ini menegaskan bahwa ancaman kebakaran tak mengenal siapa pun, dimana pun, dan bisa terjadi kapan pun. Apalagi memasuki musim kemarau, Anda perlu makin awas. Lengah sedikit, rumah beserta harga benda bisa ludes terbakar.
Sejatinya, api bisa datang dari banyak tempat. Mulai dari kompor meledak, hingga hubungan pendek arus listrik alias korsleting. Karena itu, pemilik rumah perlu lebih waspada dalam mencegah munculnya pemicu kebakaran. Salah satu bentuk pencegahan kebakaran adalah merancang konsep hunian yang mampu menjauhkannya dari jilatan si jago merah.
Pada dasarnya, konsep hunian yang menekan risiko kebakaran simpel saja. Arsitek Probo Hindarto menyarankan, fokuslah memilih bahan bangunan yang tepat. Yakni bahan bangunan yang tidak mudah terbakar. Penggunaan bahan bangunan yang tak mudah terbakar, setidaknya bisa menahan jilatan api, sehingga lebih lambat melahap bangunan. Saat ini cukup banyak banyak pilihan material bangunan tahan api. Misalnya, dinding komposit atau baja. Selain bahan komposit untuk dinding, material konvensional seperti batu bata juga lebih layak jadi pilihan utama ketimbang memakai dinding dari kayu. Sedangkan untuk plafon, bahan gypsum lebih tahan api daripada tripleks. Sementara untuk kusen, bahan alumunium lebih resisten terhadap api dibandingkan bahan kayu.

Akses keluar di setiap ruang

Namun biaya memborong seluruh materi tahan api memang tidaklah murah. Jika keuangan terbatas, Anda bisa mengantisipasi kebakaran dengan menyiapkan desain rumah yang sesuai. Anda perlu menata ruang secara khusus untuk mencegah kebakaran. Ruang yang paling perlu ditata dengan baik, tentu saja dapur dan perabotannya. Kompor yang sering menjadi penyebab kebakaran harus diisolasi agar api tak menjalar. Caranya mudah. Tinggal membuat dinding di sekitar kompor dengan seng. Kompor juga bisa diamankan dengan meletakkannya di atas dudukan berbahan semen.
Arsitek Bambang Sutejo menambahkan, ruang dapur juga bisa dibangun di bagian depan rumah. Seperti, di dekat garasi atau di sebelah ruang tamu. Jadi, pemilik rumah dapat memantau kegiatan dan kejadian di dapur dengan baik. "Model dapur seperti ini memang lagi tren dalam desain rumah saat ini," tutur Bambang. Dapur juga sebaiknya memiliki lubang angin sebagai jalan keluar gas bila ada kebocoran. Sementara arsitek Misrony menyarankan, pemasangan filltrack atau penyedot asap udara di dapur. Alat ini terutama perlu jika dapur tak memiliki jendela.
Penataan ruang juga cukup penting dalam mendukung konsep rumah tahan api. Dalam konteks ini, menurut Probo Hindarto, rumah sebaiknya dikelilingi taman yang berfungsi membantu proses evakuasi jika terjadi kebakaran. Apabila tidak ada taman, upayakan agar akses keluar rumah mudah dan tidak hanya mengandalkan satu pintu keluar. Setiap bagian rumah atau setiap ruang, sepeti kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga dan dapur memiliki akses sendiri, seperti pintu yang mudah terbuka.? Jadi, apabila terjadi kebakaran, seluruh penghuni rumah tak kesulitan menyelamatkan diri.
Satu lagi, teralis yang ada di jendela sebaiknya tidak terpatri mati. Jadi. jika ada kebakaran, penghuni rumah masih bisa menerobos keluar melalui jendela.

Articles in Newspapers Kontan based on interviews with the Probo Hindarto
Published in The "Harian Kontan" at 06/07/08




News of the fire that engulfed the settlement population more and more often heard. The latest news, settlements in Kebayoran Baru, Jakarta engulfed in flames on Wednesday sold out this weekend.


This fact is emphasized that the threat of fire not knowing anyone, anywhere, and can occur at any time. Moreover, entering the dry season, you need more and more alert. Off guard a little, the house could be sold out along with the price of burning objects.


Indeed, the fire can come from many places. Starting from the stove exploded, up to a short circuit short circuit electrical current alias. Therefore, home owners need to be more vigilant in preventing the emergence of the trigger fires.


Basically, the concept that reduce the risk of residential fires just simple. Architect Probo Hindarto suggest, focus on choosing appropriate building materials. Ie, building materials that are not flammable. Use building materials that do not flammable, at least, can withstand flames, so more slowly devouring the building.


Today is pretty much a lot of fire resistant building material choices. For example, composite or steel walls.


In addition to composite materials for walls, conventional materials such as bricks are also more feasible to be the main option than using a wall of wood.


While for the ceiling, gypsum materials more fire resistant than plywood. While for the sills, aluminum is more resistant to fire than wood.




Exit access in every room




However, buy up the entire cost of fire resistant materials are not cheap. If finance is limited, you can anticipate a house fire by setting up an appropriate design.


You need to organize the space specifically to prevent fires. Space that most needs to be organized well, of course, the kitchen and furnishings.


Stoves that have been the cause of the fire should be isolated so that the fire did not spread. It is easy. Make a living wall around the stove with zinc. Stoves can also be secured by putting them on the stand made from cement.


Architect Bambang Sutejo added kitchen space can also be built at the front of the house. Like, near the garage or adjacent to the living room. So, home owners can monitor the activities and events in the kitchen very well. "Models such as this kitchen is another trend in home design today," said Bambang. The kitchen should also have the vent gas as a way out if there is leakage.


While the architect Misrony suggests, the installation of smoke filltrack or suction of air in the kitchen. This tool is especially necessary if the kitchen has no windows.


Spatial layout is also quite important in supporting the concept of fire-resistant homes. In this context, according to the Probo Hindarto, the house should be surrounded by a park that serves to help the evacuation process in case of fire.


If there is no garden, try to access out of the house easily and not just rely on one exit.


Every part of the house or any space, a chest of bedrooms, living room, family room and kitchen have access to their own, such as doors that open easily.? So, in case of fire, the entire household could not escape trouble.


One again, the existing railings on the windows should not be burned to death. So. if there is a fire, residents can still bust out through the window.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...