Kamis, 04 Februari 2016

Mengenal material beton bertulang [bagian 1]



astudioarchitect.com Dalam artikel ini saya akan membahas tentang pekerjaan beton bertulang dimana pekerjaan Ini merupakan jenis pekerjaan yang sangat umum dikerjakan pada bangunan rumah tinggal di Indonesia karena ketersediaan material beton bertulang yang melimpah. Beton bertulang merupakan komposit dari 2 material utama yaitu material beton dan material besi Tulangan. Material beton dibuat dari bahan pasir, coral, semen dan air. Kadang-kadang ditambahkan zat aditif atau bahan kimia tambahan untuk memperkuat jenis beton tersebut.





Semen yang digunakan untuk material beton biasanya adalah semen Portland atau PC. Jenis Semen ini digunakan karena dia cukup tahan terhadap alkali, garam dan panas yang tinggi. Standar nasional Indonesia memiliki referensi untuk pekerjaan beton yang biasanya mereferensikan pekerjaan komposisi campuran beton bertulang yaitu 1:2:3. Dimana artinya beton tersebut dibuat dari satu bagian semen, dua bagian pasir dan tiga bagian Coral yang dicampur dengan air.



Jenis-jenis beton
Beton yang beredar di pasaran biasanya disebut dengan sebutan tertentu untuk menunjukkan kualitasnya. Jenis kualitas itu disebut dengan huruf K yang kemudian diikuti dengan angka 100, 125, 200, 250, 300 atau 500 yang merupakan satuan kilogram per sentimeter persegi kg/cm2. Angka yang mengikuti huruf tersebut menunjukkan kekuatan dari beton yang bersangkutan dimana Misalnya beton K250 merupakan campuran beton yang bisa menahan beban 250 kg/cm2. Ini merupakan suatu hal yang penting misalnya apabila beton tersebut akan digunakan untuk rumah tinggal biasa atau pasar tentunya harus memiliki kekuatan beton yang berbeda. Bila beton bertulang nantinya akan mendapatkan beban yang cukup banyak misalnya diinjak-injak banyak orang maka kekuatannya juga harus tinggi. Kekuatan beton dan komposisinya sudah melalui uji lab yang dilakukan dalam laboratorium sipil dimana beton bertulang akan dites dengan berat tertentu sampai beton bertulang tersebut lentur atau hancur.

Besi beton yang beredar di pasaran

Di pasaran saat mencari material Besi beton yang sering juga disebut beton neser oleh tukang biasanya memiliki panjang 12 meter. Terdapat besi dengan ukuran asli yang disebut sebagai besi KS atau Krakatau Steel. Besi ini benar-benar sesuai ukurannya dengan panjang 12 meter dan ukuran diameter yang tidak dikurangi. Karena di pasaran ada juga jenis besi banci yang ukurannya tidak sampai 12 meter dan diameternya juga dikurangi. Besi khusus untuk beton bertulang biasanya berbentuk bulat panjang. Namun ada juga besi khusus yang bentuknya profil huruf H, I dan U. Besi profil tersebut biasanya ukurannya besar dan dibuat untuk konstruksi khusus dimana besi tersebut bisa diberi pembebanan yang cukup besar.

Kekentalan material beton
Kekentalan material beton dipengaruhi oleh berapa campuran yang dibuat untuk beton tersebut. Beton campuran 1:2:3 berbeda dari beton campuran 1:3:5. Perbedaan tersebut menunjukkan kualitas dan kekuatannya dimana Sudah direferensikan oleh standar nasional Indonesia SNI. Penggunaan kekentalan beton yang berbeda mempengaruhi penggunaannya.

Ada juga beton campuran yang sudah siap dibeli di pasaran yang disebut sebagai ready mix. Campuran readymix biasanya sudah sesuai dengan standar nasional Indonesia SNI untuk campuran beton yang disesuaikan penggunaan tertentu apakah untuk beton bertulang ataukah untuk keperluan lain.


Penggunaan jenis kelas beton untuk bangunan yang berbeda

Jenis beton yang berbeda sebagaimana disebutkan di atas Misalnya K125 atau K250 memiliki jenis penggunaan yang berbeda.

Beton kelas 1
Beton kelas 1 digunakan untuk pekerjaan bukan struktural yang artinya beton ini tidak boleh digunakan untuk pekerjaan struktural seperti pelat lantai atau kolom struktural namun digunakan sebagai pekerjaan beton pelengkap misalnya untuk finishing.

Beton kelas 2
Beton kelas 2 merupakan jenis beton di bawah K225 misalnya K125, K175, dan K225. Jenis beton ini bisa digunakan untuk pertokoan, sekolah, rumah tinggal dan sebagainya. Jenis beton kelas 2 adalah jenis beton yang terbanyak dipakai.

Beton kelas 3
Jenis beton ini digunakan untuk struktur bangunan yang lebih tinggi misalnya seperti jalan layang, jalan tol, jembatan dan sebagainya. Ini merupakan jenis beton yang cukup kuat untuk menyangga beban tertentu misalnya seperti kendaraan baik besar ataupun kecil yang akan disesuaikan dengan jenis beton dengan mutu di atas K225. Penggunaannya harus melalui pengujian dan pengawasan keahlian khusus.



Material yang dibutuhkan untuk membuat material beton

Beton bertulang dengan elemen beton yang dibuat dari material sebagai berikut

1 Semen
Semen yang di rekomendasikan adalah semen berjenis Portland atau disebut juga semen PC. Semen yang dijual di pasaran tersebut sudah sesuai dengan standar nasional Indonesia SNI.

Dalam penggunaannya semen harus disimpan dengan baik tidak boleh bersentuhan dengan lantai karena bisa mengakibatkan semen mengeras. Semen juga tidak boleh bercampur dengan material lainnya seperti air atau kelembaban dan kotoran karena akan menjadi gumpalan yang tidak bisa bercampur.

2 Agregat kasar atau split
Ini merupakan kerikil atau kerakal yang dibuat dari pecahan batu. Ukuran dari agregat ini adalah sekitar 2,5 cm.  agregat kasar yang baik tidak boleh memiliki butiran pipih lebih dari 20% dan tidak boleh memiliki kandungan udara lebih dari 50% pada saat pembekuannya. Agregat kasar juga harus bersih dari berbagai kotoran atau zat organik misalnya seperti Lumpur.

3 Pasir atau Agregat halus
Pasir yang digunakan bisa merupakan pasir alam atau jenis batu yang dipecah menjadi pasir dengan mesin tertentu. Pasir alam di tambang biasanya dari sungai atau daerah berpasir lainnya dimana khusus untuk beton pasir harus sudah bersih dari kandungan Lumpur dan zat alkali. Jenis pasir yang digunakan biasanya merupakan pasir kali dan tidak boleh menggunakan pasir laut. Hal ini karena pasir laut butirannya berbentuk bulat dan banyak terdapat campuran yang sifatnya organik. Ini berbeda dengan pasir hitam khusus untuk beton yang memang bila dilihat sangat dekat akan memiliki partikel yang tajam dan keras.

4 Air
Air merupakan Element penting dalam adukan beton dimana air harus jernih dan tidak mengandung kotoran atau zat lain yang bisa merusak beton. Terutama adalah tidak boleh menggunakan air garam atau air laut.

5 Besi Tulangan atau beton esser
Terdapat beberapa jenis besi atau baja tulangan yang bisa digunakan. Terdapat dua jenis besi utama yaitu besi polos atau besi ulir. Bila menggunakan besi ulir biasanya dimensinya lebih kecil daripada menggunakan besi atau baja polos karena besi ulir memiliki kekuatan yang lebih besar. Besi yang digunakan merupakan besi yang disimpan dengan baik tidak menyentuh tanah. Besi juga dipilih dari yang tidak karatan atau tersimpan di udara terbuka.


[bersambung]


Diadaptasi dari buku Panduan Lengkap Membangun Rumah Bertingkat, oleh Gatut Susanta
___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...