JOIN US

Lowongan Kerja. Dibutuhkan asisten Arsitek. Pria. Domisili di Malang. Menguasai Sketchup tingkat lanjut dan dasar desain yang baik. Familiar dengan AutoCAD. Bisa bekerja serius dan fun, baik sendiri maupun dalam tim, komitmen, disiplin, bertanggung jawab, dapat bekerja dibawah tekanan. Silahkan kirimkan CV ke astudioarchitect.com@gmail.com

Senin, 18 Oktober 2010

Pagar rumah menyiratkan sifat pemilik rumah

astudioarchitect.com Tahukah Anda bahwa pagar rumah bisa memberitahukan sifat atau watak pemiliknya? Coba kita ingat, mungkin suatu saat pernah berada didepan rumah seseorang dengan pagar yang sangat tinggi, rapat, bahkan tertutup, mungkin kita akan merasa bahwa orang yang memiliki rumah tersebut adalah orang yang tidak ingin diganggu, bahkan terkesan menutup diri. Ada beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk membuat paga yang terlihat menarik, ramah dan hijau.



Cara pertama adalah dengan membuat pagar yang memiliki penampilan tidak masif (masif berarti pejal atau tertutup tembok semua). Bidang yang masif bisa kita ganti dengan bidang yang lebih ‘transparan’ (transparan artinya masih punya kesan tembus pandang) misalnya bidang yang dibentuk oleh susunan kayu, sedikit bidang kaca, sebagian permukaan polycarbonate, atau unsur tanaman. Untuk menutupi tembok pagar kita juga bisa menggunakan batuan tempel atau ekspos, serta bata ekspos.

pagar dengan ekstensi taman terlihat lebih menarik daripada pagar yang kering.

Paduan unsur rupa desain seperti skala dan proporsi juga patut dipertimbangkan, karena pagar yang tinggi menjulang tentunya menyiratkan seorang pemilik rumah yang tidak ingin rumahnya ‘diganggu’ meskipun sebenarnya kita bisa menggunakan cara-cara dalam mendesain yang lebih ‘lunak’. Misalnya, daripada membuat jeruji besi dengan ujung-ujung lancip diatasnya yang sangat kentara, lebih terlihat ‘ramah’ bila kita menggunakan paduan unsur kayu untuk pagar dengan pengaman besi terletak di bagian belakangnya. Adakalanya unsur kayu terlihat lebih ‘manusiawi’ daripada besi dengan ujung-ujung lancip bukan?


Permainan ketinggian juga berpengaruh. Misalnya, daripada membuat dinding pejal dari bawah ke atas, kita bisa membuat dinding yang dibawah tembok, dan diatasnya kayu atau besi, dengan diperlunak oleh unsur tanaman dalam pagar yang dibuat seperti pot tanaman. Tanaman juga bisa ditanam untuk menjaga jarak dari bagian depan trotoar atau saluran air, atau jalan. Beberapa jenis tanaman yang juga memberikan pengamanan ekstra adalah jenis tanaman dengan daun yang keras dan lancip untuk pagar. Tanaman yang bisa dibentuk seperti ‘penitian’ beluntas atau kemuning juga bisa ditanam dan dibentuk ‘gemuk’ untuk memberi jarak dengan batas depan rumah. Hal ini dimaksudkan untuk memberi jarak ekstra dan mempersulit orang untuk menerobos masuk dalam pagar, sekaligus memberikan sentuhan tanaman yang segar :) ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...