Jumat, 27 Juli 2012

Menelaah rumah murah Rp 25juta tipe 36 yang dibuat Kemenpera



astudioarchitect.com Rumah murah ini dipatok harga pasaran Rp 25 juta rupiah, termasuk sangat murah untuk tipe 36 yang biasa dijual sebagai RSH. Penampilan rumah ini terlihat cantik dari luar, meskipun bagian dalam yang merupakan strukturnya tidak konvensional seperti struktur yang biasa dipakai rumah-rumah perumahan di Indonesia.




 

Animasi diatas merupakan foto panorama 360 derajat yang bisa diputar, kita bisa juga masuk kedalam rumah dan kedalam ruang-ruangnya, dan disamping rumah juga bisa kita lihat strukturnya.

Dari luar, tampilan bangunan terlihat rapi dan cantik seperti perumahan pada umumnya, demikian juga di bagian dalam rumah tersebut tidak nampak perbedaan kasat mata dengan rumah-rumah biasa.




Bila memperhatikan desain luar maupun interiornya, terlihat bahwa desain tersebut dari pernak-perniknya memang cukup standar (meskipun bukan mewah) jelas belum termasuk dalam biaya Rp 25jt tersebut. Menurut sumber lain apabila dengan keramik dan finishing cat serta plafon maka anggaran rumah tersebut adalah sekitar 40-45juta. 


Sistem konstruksi rumah murah ini non konvensional, dalam arti belum banyak yang menggunakannya sebagai sistem struktur rumah tinggal. Sistem ini menggunakan rangka besi hollow untuk keseluruhan rumah. Cara ini lebih murah dibandingkan menggunakan sistem beton bertulang yang membutuhkan pondasi batu kali maupun pondasi cor. Terlihat dalam gambar diatas maupun bila kita melihat dalam animasi foto panorama diatas, besi hollow yang digunakan ini akan menghemat biaya pembuatan bekisting, pondasi, dan sebagainya dalam sistem konstruksi yang konvensional. 

Mulai dari lantai, sudah berbeda, lantai dibuat langsung diatas tanah tanpa pondasi pada umumnya, namun merupakan balok penahan bawah yang dapat dibuat secara precast (dibuat di pabrik), dengan demikian bila diproduksi massal akan menghemat biaya. Balok-balok yang bisa juga disebut sloof ini tidak menahan apa-apa, namun lebih kepada pengikat bagian bawah saja sedangkan struktur vertikal akan ditahan secara mandiri oleh struktur besi hollownya. Lantai juga dibuat dari rabatan saja, belum termasuk keramik, karena pemasangan dan pembelian keramik juga membuat rumah akan lebih dari Rp25juta. 

Untuk dinding, bisa menggunakan partisi seperti cladding, GRC atau bahan lain yang serupa. Partisi ini merupakan lembaran seperti papan yang dibuat dari komposit semen, sedangkan bagian dalam bisa menggunakan partisi dari bahan gypsum. Bahan gypsum tidak boleh berada diluar karena tidak tahan cuaca. Sedangkan untuk atap, menggunakan atap gelombang fiber semen, merupakan jenis penutup atap yang murah dan tidak memerlukan konstruksi yang rumit. Untuk rumah yang dibawah 25juta agak sulit untuk memiliki plafon karena konstruksi dan bahannya. 

Sistem konstruksi ini merupakan sistem yang patut dipertimbangkan untuk pengadaan rumah murah atau bagi Anda yang sedang mencari alternatif membuat rumah murah. Di negara-negara lain seperti di Amerika, sistem ini banyak juga digunakan, dimana tidak hanya besi hollow, kayu lembaran dan kayu balok pun bisa digunakan juga sebagai rangka struktur (framing) dan ditutup dengan lembaran partisi. Memang jenis struktur seperti ini belum lazim digunakan, namun bisa menjadi bahan pemikiran dan bahkan alternatif untuk membuat rumah yang lebih cepat, efisien dan murah. 

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...