Senin, 08 Februari 2016

Mendesain rumah dengan udara alami yang optimal



astudioarchitect.com Sebagai negara dengan iklim yang tropis kita memiliki udara yang cenderung panas di Banyak lokasi di Indonesia. Sebagian besar kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya memiliki suhu udara yang cukup tinggi. Hal ini sebenarnya bisa disiasati melalui design dimana harus ada aliran udara dengan menempatkan ventilasi yang tepat di dalam desain rumah. Hal ini adalah penting terutama bila kita tidak ingin menggunakan AC. Atau bila rumah kita sudah memiliki AC maka cara ini bisa meminimalkan penggunaannya pada waktu-waktu tertentu.

As a country with a tropical climate, we have heat concerne inside houses in many locations in Indonesia. Most big cities such as Jakarta or Surabaya have a high enough temperature. This can be thought by design, by maintaining air flow by placing proper ventilation when designing the house. This is important especially if we do not want to use AC. Or when the house already has AC, we have to think about a way to minimize their use at certain times during the day.

image via designed by Wallflower architecture + design




Terdapat beberapa elemen penting yang harus kita perhatikan

Atap dan plafon
Ini adalah bagian terpenting pada saat mendesain bangunan karena atas merupakan bagian yang menerima panas matahari paling besar. Bagian bawah atap sebaiknya merupakan area berongga yang fungsinya sebagai penahan panas matahari dari penutup atap ke plafon. Akan lebih baik bila bagian bawah atap memiliki lubang di mana aliran udara bisa mengalir di bagian bawah atap dan diatas plafon tersebut untuk mendinginkan udara di dalamnya. Hal ini merupakan sebuah kearifan lokal yang sudah berkembang melalui arsitektur tradisional di negeri kita di mana bagian atap ini biasanya memiliki plafon yang ada aliran udara. Tidak heran bila rumah-rumah di desa biasanya memiliki lubang pada bagian Sopi sopi.


There are several important elements that need our attention

Roof and ceiling
This is the most important part when designing the house because it is a part that receives most solar heat. The underside of the roof should be a hollow area that functions as a buffer of the roof covering to the ceiling. It would be better if the attic has holes where the air may flow down the roof and above the ceiling to cool the air inside. This is a local wisdom that has been developed through traditional architecture in our country, where the roof usually has a ceiling that has airflow. Not surprisingly, houses in villages usually has holes inside the attics.



Untuk atap yang lebih dingin kita juga bisa menggunakan cara yaitu melengkapi bagian bawah penutup atap dengan bahan insulasi yang berupa lembaran aluminium foil dengan lapisan glasswool. Lapisan aluminium foil bisa didapatkan dengan mudah di pasaran dalam bentuk lembaran dan dijual per meter.

Penggunaan menara angin
Jangan dikira cerobong asap atau menara angin hanya berguna untuk Negeri 4 musim saja, karena kita bisa juga menggunakannya sebagai tempat untuk mengalirnya udara panas ke atas bangunan.

Sifat alami udara yang naik ke atas bila panas dimanfaatkan dengan membuat Menara angin sehingga udara yang panas mengalir ke atas dan dibuang melalui lubang-lubangnya. Hal ini juga membuat rumah menjadi semakin dingin.

For a cooler roof we can complements the lower part of roof with insulating material such as sheet aluminum foil, with a layer of glasswool. A layer of aluminum foil can be obtained easily on the market in the form of sheets and sold per meter.

The use of wind towers
Do not think a chimney or a wind tower is only useful for 4 seasons countries only, because we can also use to flow hot air to the top of the building.

The nature of hot air rises to the top, and we can create a wind tower so that the hot air flows upward and discharged through the holes. It also makes the house becoming increasingly cold.

Gunakan plafon yang tinggi
Plafon ruangan yang cukup tinggi juga menentukan apakah sebuah ruangan terasa lebih dingin karena plafon yang lebih tinggi memungkinkan jarak yang lebih besar dari panas atap untuk sampai kebagian bawah ruangan yang dipakai hidup sehari-hari. Prinsipnya sama seperti cerobong atau menara angin di mana udara akan naik ke atas apabila panas. Bedanya bila plafonnya tinggi maka udara yang naik tersebut cenderung akan berada tetap di bagian atas ruangan.


Gunakan penutup atap dan kemiringan yang tepat
Jenis penutup atap juga memiliki kemampuan untuk menghalau panas dengan cara yang berbeda-beda. Semakin tebal penutup atap biasanya semakin bisamenahan panas untuk tidak turun ke bawah. Bila menggunakan atap lembaran seperti seng atau Anda pasti biasanya memang bagian bawahnya akan lebih panas karena material yang tipis tersebut dengan mudah menyalurkan panas ke bagian bawahnya, terutama bila di bagian bawah penutup ataptidak memiliki plafon. Jenis penutup atap dengan material beton atau tanah liat juga bisa menjadi pilihan yang baik, Misalnya menggunakan genteng beton atau genteng tanah liat akan lebih bisa menahan panas daripada menggunakan penutup lembaran seng gelombang.

Penggunaan teras
Sedapat mungkin gunakan teras di area sekitar rumah karena bisa memberikan pembayangan pada bagian-bagian yang terbuka seperti pintu dan jendela. Teras juga merupakan ruang peralihan antara luar dan dalam serta memberikan suasana iklim mikro yang nyaman di sekitar rumah.

Membuat banyak tritisan
Tritisan atau disebut juga kanopi bisa memberikan pembayangan pada dinding-dinding di sekitar rumah. Bila diperhatikan biasanya dinding yang tidak memiliki tritisan akan terasa lebih panas misalnya bagian samping rumah yang tidak memiliki titisan karena berbatasan dengan lahan kosong tetangga biasanya lebih panas daripada area bagian depan atau belakang rumah yang memiliki teras atau tritisan kanopi.

Demikianlah beberapa saran khusus untuk membuat rumahyang lebih dingin melalui desain arsitektur.



Use a high ceiling
The ceiling also determine whether a room feels colder because of a higher ceiling, that allows a greater distance from the rooms for daily living. The principle is the same that the air will go up when heated. If the ceiling is high, the rising air is likely to stay at the top of the room.

Use the right roofing and proper slope
Type of roof covering also has the ability to dispel heat in different ways. The thicker the roof covering usually the more it is resistent to heat. When using roofing sheets such as zinc usually the lower part will be hotter because of the thin material that easily conduct heat to the bottom, especially when it has no ceiling. Types of roof coverings with concrete or clay material can also be a good choice, for example using concrete tile or clay tile will be more able to withstand the heat, instead of using corrugated roofing for instance.

The use of terraces
Use the patios or terraces area around the house because it can provide shading to open parts like doors and windows. Terrace is also a transitional space between the outside and inside, as well as providing a comfy atmosphere microclimate around the house.

Make lots of cannopies
Cannopies can provide shading to the walls around the house. Note that a wall that does not have canopy will be hotter, for example the side of a house that does not have canopy because its neighboring vacant land, is usually hotter on the rear side than the area of the front or back of the house which has canopy.

Those are some specific suggestions to make a cooler tropical house through architectural design.
___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...