Hello !

Rabu, 04 April 2012

Bambu untuk Rumah Modern




astudioarchitect.com Bambu tersedia sangat melimpah di negeri kita karena bambu sangat sesuai untuk tumbuh didaerah tropis. Bambu banyak digunakan untuk bahan material bangunan yang non permanen karena menurut pemerintah, bambu dianggap sebagai material untuk bangunan non permanen. Bambu jarang dilirik sebagai material bangunan karena dianggap sebagai material non permanen dan tidak dianjurkan pemerintah untuk bangunan permanen. Namun saat ini cara pengawetan sudah beragam dan bisa dipakai hingga berpuluh tahun. Dalam artikel ini, terdapat buku yang ditulis Imelda Akmal: Bambu untuk Rumah Modern.


KUTIPAN: Dari 1500 jenis bambu di dunia, 170 (11%) diantaranya berasal dari Indonesia. Bisa dibayangkan banyaknya varietas bambu yang ada di negeri kita ini! Tak heran jika orangtua kita memakai bambu dalam kehidupan mereka sehari-hari, tak terkecuali sebagai bahan bangunan. Dari 170 jenis bambu asli Indonesia, hanya ada tiga jenis ambu yang direkomendasikan untuk digunakan sebagai konstruksi bangunan, yaitu bambu petung, bambu gombong, dan bambu tali. Sedangkan beberapa jenis lainnya seperti bambu hitam ataiu bambu temen, dapat digunakan sebagai elemen pelengkap dan dekorasi.

Untuk mendapatkan bambu yang kuat dan tahan lama, selain diperhatikan jenisnya, bambu pun harus diplih dari yang tua (3-5) tahun. Sebelum dipakai, bambu diawetkan terlebih dahulu agar tahan lama, baru kemudaian dirangkai dengan teknik yang sesuai dengan karakteristik bambu.

Sampai saat ini, masih banyak mitos yang dipercayai kalangan pembuat bambu tradisional. Mereka memercayai bahwa bambu yang baik hanya boleh ditebang pada hari-hari tertentu, yaitu Senin, Rabu dan Minggu. Bambu tidak boleh ditebang pada Jum'at dan Sabtu. Waktu tebangnya pun tak boleh sembarangan, harus lebih dari jam 10 pagi hingga menjelang senja - karena mereka percaya dengan demikian bambu tidak akan terserang bubuk. Bambu juga tidak boleh ditebang saat musim hujan atau bulan purnama. Hal ini untuk menghindari tingginya kadar air dan gula yang dapat menarik hama. Bambu yang baik juga bukan berasal dari rumpun bambu yang sedang bertunas.

Ukuran Bambu
Dari sekian banyak jenis bambu, hanya ada tiga jenis yang direkomendasikan untuk dipakai sebagai bahan konstruksi:

Bambu Betung/Petung
Bambu ini merupakan bambu yang amat kuat dan tergolong besar dengan diameter 10-15cm. Bambu betung/petung punya jarak ruas yang pendek dan dinding tebal serta bisa tumbuh sangat tinggi hingga 10-20meter. Bambu jenis ini biasanya digunakan sebagai struktur utama bangunan, yaitu kolom dan balok. Bambu betung dijual dengan harga Rp40.000,00/batang.

Bambu Gombong
Bambu ini memiliki diameter 10cm dan berwarna hijau kekuningan. Bambu gombong bisa tumbuh hingga mencapai 20meter. Harganya sama dengan bambu betung/petung.

Bambu Tali
Bambu tali merupakan bambu yang amat liat dengan 6-8cm diameter dengan jarak antar ruas sampai dengan 65cm. Panjang batang maksimal bambu tali berkisar antara 6-13m. Bambu ini dapat digunakan sebagai gording pada konstruksi atap bambu. Bambu tali dihargai Rp6.000,00-Rp8.000,00/batang/

Bambu, material dengan banyak keunggulan
Rumah-rumah tradisional di Indonesia banyak yang menggunakan bambu sebagai material utamanya. Itu karena nenek moyang kita tahu bahwa selain mudah didapat dan murah, bambu juga merupakan material dengan banyak keunggulan.

KUAT
Jika menggunakan jenis bambu yang tepat, bangunan dari bambu dapat bertahan sampai 50 tahun lebih. Ini bisa dilihat dari rumah-rumah tradisional lawas yang masih dapat kita temui. Rumah-rumah tradsional tersebut menggunakan bambu-bambu terbaik dengan teknik pemasangan yang masih digunakan sampai hari ini. Bambu yang sudah dewasa (berumur 3-5tahun) mempunyai kekuatan tarik hingga 480MPa. Ini lebih tinggi daripada kuat tarik baja yang hanya 370MPa. Bambu juga mampu menahan gaya tarik hingga 12.000kg/m2. Dengan kekuatan seperti ii tentu kemampuan bambu tidak perlu diragukan lagi.

LENTUR
Bambu merupakan bahan yang elastis sehingga dapat menjadi material untuk rumah tahan gempa. Tingkat kelenturannya tinggi, sebab bambu merupakan material yang ringan dan sistem rangkanya bekerja sebagai engsel. Semua batang dapat bekerja sedikit tanpa memengaruhi kestabilan konstruksi. Kelenturan ini terdapat pada pasak, kuncian, serta ikatan antarbatang bambu. Bahan bangunan bambu serta strukturnya pun dapat berubah ubah bentuknya. Fleksibilitas inilah yang membuat bangunan bambu dapat bergerak mengikuti guncangan gempa. Karena itu, sistem rangka bambu dapat diterapkan untuk rumah atau bangunan di daerah rawan gempa.

AWET
Banyak yang enggan menggunakan bambu karena dinilai tidak awet. bambu memang tidak tahan terhadap air dan organisme seperti jamur dan serangga. Bambu yang basah dan tidak kering sangat rentan terkena jamur dan hama. Untuk mengakalinya, bambu yang akan digunakan untuk bahan konstruksi harus benar-benar kering. Inilah alasan para tukang bambu tradisional punya waktu waktu khusus untuk menebang pohon bambu, berkaitan dengan kadar air dalam batangnya.

Pengeringan bambu yang baik dilakukan saat penebangan. Bambu yang baru dipotong sebaiknya disandarkan dalam keadaan berdiri pada bambu yang belum dipotong dan dibiarkan selama 1-2bulan. Cara tradisional lainnya adlah dengan meredam batang bambu kering yang belum digunakan selama satu bulan dalam air tawar, payau, atau air laut yang tenang selama kurang lebih 14 minggu. Cara ini amat mudah dilakukan dan masih sering dilakukan sampai saat ini. Cara pengeringan seperti ini akan mengurangi serangan bubuk, namun tidak dapat menahan serangan rayap. Cara tradisional lainnya adalah dengan menggunakan api. Api dan asap akan membasmi hama yang terdapat didalam bambu. Selain itu, cara ini juga dapat dipakai untuk meluruskan atau membengkokkan batang bambu.

Telah banyak eksperimen dan penelitian mengenai pengawetan bambu. Pada dasarnya pengawetan bambu adlah proses memasukkan bahan kimia/pengawet kedalam bambu agar keawetannya bertambah dan lebih tahan terhadap organisme perusak. Salah satu cara pengawetan adalah dengan menggunakan boucherie. Metode ini menggunakan proses pengaliran, yaitu batang bambu yang baru dipotong disambung dengan slang pada ujung kakinya, lalu dihubungkan ke drum besi yang mengandung bahan pengawet. Bahan pengawet dari drum besi akan mengalir didalam bambu mulai dari kaki hingga puncak batang. Proses memakan waktu 2-5hari. Cara yang lebih cepat adalah melalui proses penekanan. Dalam proses ini, drum besi dibuat kedap udara dan dilengkapi pompa udara yang akan menekan bahan pengawet ke dalam batang bambu. Cara ini banyak dipakai untuk skala industri besar dan hanya memerlukan waktu beberapa jam tergantung besarnya tekanan dan kemiringan bambu.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Rekomendasi artikel lain yang mungkin menarik untuk Anda: http://astudioimages.googlepages.com/probo-hindarto-astudio.jpg
Related Posts with Thumbnails