Hello !

Minggu, 21 September 2008

Serba-serbi tangga di rumah

http://bopswave.googlepages.com/englishflag.jpg English Version



catatan Probo Hindarto: Untuk edisi hari Sabtu ini, koran Kontan mewawancarai saya.


18 Desember 2007 -
Seperti apa kebutuhan tangga di rumah saat ini mengingat semakin mahalnya tanah, orang cenderung mengembangkan rumahnya ke atas?

Ya, sepertinya pertanyaan ini sudah menjawab dirinya sendiri. Rumah-rumah di masa depan akan lebih banyak yang bertingkat, karena lahan yang semakin berkurang dan mahal. Rumah-rumah tidak lagi dikembangkan secara horizontal, namun lebih secara vertikal. Tangga akan menjadi elemen vital dalam rumah tinggal karena keberadaanya boleh dikatakan cukup menyita ruang dalam rumah-rumah yang sempit, karena itu perencanaan tangga jelas merupakan hal yang sangat penting dipikirkan dalam proses mendesain rumah.

Ada berapa jenis dan bentuk tangga yang biasa digunakan di rumah-rumah?

Jenis tangga ada bermacam-macam, sebenarnya fungsinya utamanya adalah sebagai alat naik turun antar lantai. Jenis tangga semakin beragam dan tidak lagi dipilah berdasarkan jenis=jenisnya, namun lebih pada inovasi bentuk tangga. Ada tangga yang denahnya berbentuk U, L, dan sebagainya. Tangga juga ada yang berdenah melingkar, seperti tangga-tangga di bangunan istana di Eropa. Ada pula tangga yang sekedar dipakai untuk naik turun saja, seperti tangga putar, tangga monyet, dan sebagainya. Tangga yang sesuai untuk dalam rumah biasanya tangga dengan bentuk yang menarik dan dapat menunjang estetika dalam rumah.

Apa penggunaan tangga ini paling banyak digemari tangga yang seperti apa?

Tangga U dan tangga L cukup banyak digunakan untuk rumah-rumah tinggal. Pertimbangannya, tangga jenis ini dapat dipadukan dengan baik dengan denah rumah yang pada umumnya memiliki bentuk2 segi empat. Lain dengan tangga melingkar, yang denahnya bundar, untuk meletakkan tangga semacam ini dalam rumah tinggal, perlu trik khusus, misalnya dengan membuat tangga berdiri sendiri pada ruangan yang cukup luas.

Trennya tahun ini seperti apa, dan kira-kira tahun depan seperti apa?

Tren tangga yang digemari tahun ini adalah tangga bentuk sederhana yang sesuai dengan gaya minimalis modern. Tangga sederhana bukan berarti tangga yang apa adanya, karena material yang digunakan untuk tangga bisa menjadi perhatian dan unsur menarik dari tangga, misalnya tangga dari kayu, tangga dari batuan, atau keramik2 unik yang makin banyak beredar. Tren tahun depan saya pikir masih cukup sama dengan tahun ini, karena kelihatannya tren rumah modern minimalis masih menjadi tren yang cukup digemari hingga akhir tahun ini, jadi kemungkinan besar tren tahun depan masih sama 'iklimnya' seperti tahun ini.


Tangga diluar, bergaya arsitektur Mediterania
Foto: Dok www.astudio.id.or.id

Ada berapa macam bahan yang biasa digunakan untuk tangga?

Macam-macam. Untuk konstruksi tangga, yang lazim digunakan adalah konstruksi beton bertulang, karena konstruksi ini cukup sesuai dan mudah dikombinasikan dengan konstruksi beton bertulang yang banyak digunakan di Indonesia pada umumnya, Jawa, Sumatera dan daerah lain dimana distribusi semen sudah bagus pada khususnya. Selain itu ada juga tangga-tangga dengan konstruksi kayu, konstruksi baja, dimana bahan utama konstruksinya tentu saja kayu atau baja. Untuk anak tangga, biasanya dilapis dengan material pelapis seperti keramik, kayu, bahkan kaca, atau juga dibiarkan 'telanjang' dengan material beton ekspos.

Bagaimana cara memilih bahan dan jenis tangga yang sesuai dengan bentuk dan konsep rumah kita?

Pertama kita lihat dahulu dari segi konstruksi, kira-kira konstruksi jenis apa yang paling sesuai, apakah beton bertulang, kayu, baja atau lainnya. Sesuaikan dengan material bangunan apa yang paling banyak digunakan untuk rumah Anda. Apakah rumah Anda paling banyak menggunakan konstruksi kayu? atau beton bertulang?

Selanjutnya tipe tangga seperti apa yang sesuai untuk rumah kita? Apakah tangga yang paling sesuai adalah tangga berbentuk U atau L, atau tangga melingkar. Letakkan tangga pada area yang paling sesuai dan mudah dijangkau dari ruang-ruang di seluruh rumah.

Lihat pula dari sisi estetika tangga, bahan penutup apa yang paling sesuai untuk anak tangganya? Anak tangga bisa ditutup dengan keramik, kayu, atau bahan lainnya. Sesuaikan warna bahan dengan estetika dalam ruangan. Sesuaikah bila anak tangga diberi penutup dari bahan kayu? Atau keramik? Atau keramik dengan motif kayu?

Sesuaikan pula dengan gaya arsitektur rumah tinggal kita. Rumah tinggal dengan gaya modern tentunya kurang sesuai bila diberi jenis tangga yang banyak ornamen atau hiasannya seperti pada gaya klasik. Demikian pula dengan gaya klasik, sesuakan ornamen atau hiasan pada railing tangganya sesuai dengan kebutuhan dan estetika/keindahan yang diinginkan.

Kalau rumah minimalis yang banyak dipakai orang sekarang ini cocoknya pakai tangga seperti apa?

Tangga untuk rumah dengan gaya jenis modern ini biasanya tangga yang sederhana, dari bahan beton bertulang dengan tanpa hiasan seperti tangga klasik. Tangga ini didesain dengan mengutamakan kesederhanaan bentuk dan fungsi yang kuat, serta memiliki kontribusi untuk estetika ruangan, karena unsur garis-garis dari railing tangga, pengaman tangga yang dibuat dari besi atau kayu dapat menambah keindahan ruangan. Jangan memaksakan tangga berornamentasi seperti tangga bergaya klasik untuk tangga rumah minimalis, karena tidak akan sesuai.

Biasanya permintaan konsumen itu seperti apa, misalnya mereka perlu tangga dengan jumlah anak tangga ganjil atau misalnya bergantung pada fengshui?

Betul, orang-orang yang mempercayai Feng Shui biasanya meminta tangga mereka dengan perhitungan khusus, arah hadap khusus, letak khusus dan hal-hal lain yang dipertimbangkan seperti hubungannya dengan pintu-pintu kamar, dan sebagainya. Bagi mereka yang tidak memakai Feng Shui, kebanyakan tidak mempermasalahkan letak tangga, sepanjang tangga itu secara fungsional cukup baik.

Biasanya, penempatan tangga di sebelah mana dari rumah?

Tangga biasanya ditempatkan di area yang cukup mudah dicapai melalui ruang-ruang dalam rumah. Karena itu paling banyak ditempatkan di area ruang keluarga, dimana menjadi area sirkulasi paling banyak dilalui dalam rumah. Ada pula tangga yang ditempatkan di area khusus seperti di sekitar area service, area cuci dan tempat jemur, area belakang rumah agar memiliki akses ke lantai atas, dan sebagainya. Pada dasarnya, penempatan tangga haruslah sesuai kebutuhan, luas rumah, dan sebagainya. Rumah yang cukup luas tentunya membutuhkan tangga lebih banyak, usahakan agar jarak antar tangga tidak lebih dari 15 hingga 20 meter. Pada rumah-rumah yang sangat besar, tangga lebih dari dua sangat mungkin harus ada, agar sirkulasi naik-turun dalam rumah tetap nyaman.



Tangga berbahan konstruksi beton bertulang, dengan kombinasi railing besi dan kaca
Foto: Dok www.astudio.id.or.id


Apa saja yang harus diperhatikan untuk meletakkan tangga?

Tentu saja kemudahan akses. Letakkan tangga ditempat yang paling mudah dijangkau. Tujuannya agar tangga bisa digunakan semaksimal mungkin bagi penghuni rumah. Letakkan tangga juga ditempat-tempat yang lain, agar bila ruangan utama sedang dipakai, penghuni masih bisa naik turun dari tangga lain di area lain dalam rumah. Tangga juga harus berfungsi dengan baik sebagai sarana evakuasi bila terjadi musibah, seperti gempa, atau kebakaran, bahkan tsunami. Gunakan bentuk tangga yang mudah digunakan dan tidak mudah membuat orang terpeleset, atau sulit naik tangga. Tujuannya tentunya agar rumah kita makin nyaman ditinggali dan aman, mudah digunakan oleh penghuni dari segala umur, dari anak2 hingga manula.

Apa fengshui juga penting untuk peletakan tangga? Atau orang-orang sekarang lebih mengutamakan fungsi atau estetika peletakan?

Dari pengalaman mendesain rumah-rumah tinggal, Feng Shui sangat penting bagi mereka yang mempercayai Feng Shui, karena hal ini berpengaruh pada cara mereka hidup dan berkeyakinan. Bagi mereka yang menggunakan Feng Shui, hal seperti ini sangat-sangat penting sehingga harus diperhatikan dan diaplikasikan dalam desain tangga.

Bagi mereka yang tidak memakai Feng Shui, permintaan letak tangga, jumlah anak tangga, tinggi tangga dan sebagainya lebih didasarkan pada fungsi tangga tersebut, dan tidak begitu masalah bila tidak memakai prinsip Feng Shui.

Jadi pada dasarnya kembali lagi pada pengguna rancangan rumah atau tangga tersebut, penting tidaknya memakai aturan Feng Shui, atau aturan lain seperti petungan Jawa. Dengan demikian, dari sisi arsitek, kita bisa menjawab kebutuhan calon penghuni rumah dengan desain yang memadai dan sesuai dengan cara hidup mereka, tentunya yang masih dapat diterima secara akal (Feng Shui memiliki konsep yang cukup bisa diterima secara logis). Rumah bisa menjadi tempat hidup yang sesuai bagi penghuninya.




What is to be paid attention when deciding where to place stairs?

Of course access. Place stairs at easy to reach place or corner, to maximize the use. A stair has to be functioning well when there is catastrophe happening, like earthquake, fire, even tsunami. Use easily used stairs with non slippery material.

______________________________________

DALAM KORAN KONTAN:


Tangga Bukan Sekadar Alat Penghubung di Rumah
Dengan lahan yang kian terbatas, tangga dengan konsep minimalis makin menjadi pilihan
Wahyu Tri Rahmawati, Abdul Wahid Fauzie

Dimuat di Harian Kontan pada 12/22/07

SESUAI fungsinya, tangga memang alat untuk menghubungkan rumah bagian bawah dan lantai atas. Meskipun kelihat?an sepele, memilih dan memasang tangga yang pas menjadi hal yang amat memu?singkan. Apalagi kalau rumah kita tergo?long rumah mungil.

Mau memasang tangga dengan posisi miring, ruangan menjadi terasa penuh sesak karena tangga miring umumnya memakan lahan yang lumayan besar. Tapi, bila memutuskan memangkas lahan maka derajat kemiringan tangga bisa membuat masalah bagi penghuni rumah. Salah-salah tangga malah menjadi tak berguna lantaran para penghuninya takut melewatinya.

Makanya, para arsitek yang dihubungi KONTAN kompak bilang, tangga menjadi komponen penting yang wajib dipikirkan dalam membangun rumah. Terutama, bagi pemilik rumah yang telah memutus?kan menambah ruangan dengan cara vertikal. "Komponen utama yang harus dipikirkan adalah membuat tangga agar bisa menyatu dengan rumah," ujar arsi?tek dari Astudio Malang Probo Hindarto.

Oleh sebab itu, penempatan dan pemi?lihan jenis tangga tak bisa sembarangan. Bentuk, jenis dan bahan baku tangga harus sesuai dengan konsep rumah seca?ra keseluruhan.

Christi Pramudyanti, seorang arsitek freelance menambahkan, jika konsep sebuah rumah adalah minimalis, tangga rumah juga harus sepadan. Pun jika ru?mah bergaya klasik. "Model tangga harus menampilkan ornamen klasik agar me?nyatu dengan bangunan rumah," ujar Christi.

Untuk tangga minimalis, sebaiknya kita menggunakan tangga berbentuk geo?metris. Sementara lantainya bisa meng?gunakan karpet, kayu atau marmer. Se?dangkan untuk railing-nya, bisa mema?kai besi atau kaca.

Yang minimalis tampil elegan

Setali tiga uang, Probo bilang, pemilik rumah tak perlu memaksakan diri me?masang tangga berornamen klasik ke ru?mah berkonsep minimalis. Konsep ru?mah minimalis lebih cocok dengan tang?ga yang sederhana, dari bahan beton bertulang, tanpa hiasan.

Desain tangga minimalis lebih banyak mengutamakan kesederhanaan bentuk, fungsi, serta memiliki kontribusi besar untuk mempercantik ruangan. Unsur ga?ris dari railing atau pengaman tangga akan menambah keindahan ruangan. "Kayu, baja, atau tali baja yang kuat bisa menjadi railing di tangga rumah minima?lis," ujar Probo.

Tren rumah minimalis yang hingga kini masih menjamur membuat tangga de?ngan ornamen minimalis berkembang cepat. Apalagi, luas lahan yang kini kian terbatas. "Desain rumah minimalis dan tangganya yang juga minimalis menjadi pilihan dan solusi pas atas persoalan mi?nimnya lahan," imbuh Christi.

Banyak desainer dan arsitek kini juga mengeksplorasi berbagai ide untuk men?ciptakan tangga di tengah minimnya la?han. "Dengan kombinasi besi, beton dan kayu, kami bisa menciptakan tangga me?layang yang elegan dan tak tampil murah?an," imbuh Widi Sudarmoko, arsitek Ba?ngun Rumah Persada.

Tangga melayang umumnya terbuat dari beton dengan setiap anak tangga menempel ke dinding secara independen. Bentuk yang transparan atau menembus ke ruang lainnya akan menyebabkan tampilan tangga laksana melayang.

Sedangkan anak tangga sengaja dibuat tipis untuk membuang kesan berat dari beton. Unsur kayu digunakan sebagai pegangan tangga dan besi sebagai tulang penyangga. Meski begitu, pemilik rumah minimalis umumnya masih gemar mem?buat tangga dari kayu lantaran tak mema?kan lahan terlalu banyak.

Meski bentuknya sederhana tangga minimalis bisa tampil elegan. Kuncinya, "Arsitek bermain dengan material," ujar Probo. Berbagai material memang bisa berpadu manis sebagai bahan tangga. Mulai dari batu kali sampai keramik unik juga tersedia di pasar.


POSISI TANGGA
Agar Tangga Tak Mengganggu Aktivitas Penghuni Rumah


Dimuat di Harian Kontan pada 12/22/07


BERFUNGSI sebagai alat peng?hubung lantai satu dengan lantai atas, lokasi tangga tak boleh sembarangan. Banyak hal yang menjadi pertimbangan dalam meletakkan tangga di dalam ru?mah. Apalagi bagi pemilik ru?mah yang percaya dengan ilmu fengsui.?

"Apalagi, fengsui juga memi?liki konsep yang cukup masuk akal dan logis," ungkap Probo Hindarto, arsitek AStudio di Malang. Selain ketat soal posisi, aturan umum dalam ilmu feng?sui juga menghitung jumlah anak tangga serta tinggi tangga.

Namun, rumusan umumnya bertujuan untuk memudahkan akses pemilik rumah. Makanya, tangga paling banyak ditempat?kan di area ruang keluarga lan?taran menjadi area sirkulasi pa?ling banyak di dalam rumah.

Ada pula tangga yang ditem?patkan di area khusus seperti area servis. "Tujuannya juga untuk memudahkan untuk me?lakukan aktivitas cuci dan je?mur," ujar Probo.

Agar tak mengganggu aktivi?tas dan lalu lintas penghuni ru?mah, tangga juga biasanya tidak langsung tampak dari pintu de?pan. Sebab, pintu merupakan tempat yang sering dilalui orang. Begitu juga tangga. "Ini untuk mencegah terjadinya tabrakan," ujar Probo.

Yang juga penting, tangga juga harus harus berfungsi sebagai sarana evakuasi bila terjadi mu?sibah seperti gempa bumi, keba?karan, bahkan tsunami. Maka?nya, "Tangga tak boleh ditem?patkan di dekat kamar mandi dan depan kompor," imbuh Christi Pramudyanti, arsitek freelance di Jakarta.

Selain karena kemudahan ak?ses, letak dan pembangunan tangga juga harus memperhati?kan kebutuhan para penghuni rumah. Kalau yang tinggal di dalam satu rumah adalah satu keluarga, tangga harus diletak?kan di dalam rumah.
Bila masing-masing lantai ter?dapat keluarga yang berbeda, tangga bisa diletakkan di luar rumah. Bila rumahnya luas se?kali, tak ada salahnya memasang tangga lebih dari satu untuk ke?mudahan akses raungan. Ru?musannya simpel, "Usahakan agar jarak antar tangga tidak le?bih dari 15 meter - 20 meter," tambah Probo.

Biasanya, orang tidak mema?kai ruangan di bawah tangga untuk aktivitas yang terus me?nerus seperti tempat bermain anak, atau ruang kerja. Maklum, tangga yang sering dilewati dan menimbulkan suara tentu saja akan membuyarkan konsentrasi orang bekerja. Sebaiknya, jika rumah cukup luas, ruang terse?but bisa dipakai untuk area be?bas atau untuk meletakkan ta?naman. Selain itu, ruang bawah tangga bisa juga menjadi lemari tanam untuk tempat penyim?panan berbagai barang, rak se?patu misalnya.

Wahyu Tri R., Abdul Wahid F.


________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Rekomendasi artikel lain yang mungkin menarik untuk Anda: http://astudioimages.googlepages.com/probo-hindarto-astudio.jpg
Related Posts with Thumbnails